Berita Internasional
Mantan PM Jepang Shinzo Abe Meninggal Setelah Ditembak, Motif Pelaku Penembakan: Tak Puas dengan Abe
Tetsuya diketahui merupakan mantan Angkatan Laut (AL) Jepang di Pasukan Bela Diri selama tiga tahun hingga 2005.
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM - Pelaku penembakan mantan Perdana Menteri Jepang, Jepang Shinzo Abe, adalah pria berusia 41 tahun bernama Yamagami Tetsuya.
Tetsuya diketahui merupakan mantan Angkatan Laut (AL) Jepang di Pasukan Bela Diri selama tiga tahun hingga 2005.
Ia nekat melakukan penembakan kepada Shinzo Abe karena merasa tak puas dengan kinerja Shinzo Abe.
Diakuinya, Tetsuya sudah lama ingin membunuh Abe.
Baca juga: Terhimpit Ekonomi, Seorang Ayah di Kutai Kaltim Tega Bunuh Istri dan Anak yang Sedang Kelaparan
Seperti diketahui, Abe ditembak saat tengah berpidato di Kota Nara, Jepang, Jumat (8/7/2022) waktu setempat.
PM Jepang yang paling lama berkuasa itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Abe dilaporkan dua kali ditembak dan tembakan itu mengenai leher dan dadanya.
Ia mengalami gagal jantung setelah ditembak dalam pidato kampanyenya
Menurut jurnalis NHK yang berada di tempat kejadian, dua suara tembakan terdengar pada pukul 11.30 siang waktu Jepang.
Baca juga: Syarat Naik Pesawat dan Kereta Api Terbaru: Penumpang Sudah Vaksin Booster, Berlaku Mulai 17 Juli
Pihak keamanan dan kepolisian pun langsung menangkap pelaku ditempat kejadian dan menyita senjata shofgun yang digunakannya.
Abe berada di Nara untuk memberikan dukungtan terhadap kandidat dari Partai Demokratik Liberal untuk pemilihan majelis tinggi.
Pemilihan direncanakan dilakukan pada Minggu (10/7/2022) mendatang.
Presiden Jokowi menyampaikan rasa duka citanya melalui media sosial.
"Allow me to extend our deepest condolences on the tragic demise of former PM Abe Shinzo of Japan.
(Izinkan saya untuk menyampaikan belasungkawa terdalam kami atas kematian tragis mantan PM Abe Shinzo dari Jepang)
Baca juga: Dulu Diremehkan, Kini BTS Jadi Idol Tersukses, Ingat Lagi Momen BTS Menangis Rajai Billboard Hot
We will always remember his contributions in strengthening RI-Japan cooperation.
(Kontribusi beliau dalam memperkuat kerjasama RI-Jepang akan selalu kami kenang)
May the family of PM Abe and the Japanese people be given strength in this difficult time,
(Semoga keluarga PM Abe dan masyarakat Jepang diberikan kekuatan di masa sulit ini)," tulis Jokowi.
Baca juga: Ibu 65 Tahun Menangis Diantar ke Panti Jompo, 4 Anaknya Tak Sanggup Merawat Karena Kesulitan Ekonomi
(*)