Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

ASEAN Para Games di Solo

Cerita Ruli Alkahfi, Beratnya Jadi Pelari Terakhir 4x100 Meter Indonesia : Mental Harus Bermain

Menjadi pelari terakhir bagi Indonesia di 4x100 meter lari putra sangatlah berat.Ruli mengatakan mentalnya harus bermain & menyinkronkan pelari ketiga

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Tribun-video.com/Arief Miftah
Ruli Alkahfi Mubarok dan guidenya yakni Sika Buddin setelah berhasil mempersembahkan medali emas ASEAN Para Games nomor 4x100 meter di Stadion Manahan, Jumat (5/8/2022). Ruli bercerita beratnya menjadi pelari terakhir, dimana mental harus bermain dan menyinkronkan dengan pelari ketiga. 

Habibila dan Eko misalnya, ingin memberangkatkan umroh kedua orang tua mereka.

Selain itu, Habibila juga ingin membangun rumah.

Sementara, Petrus dan Ruli ingin hasil kerja keras itu bisa membahagiakan orang tua, istri dan anak mereka.

"Alhamdulillah dengan perjuangan atlet disabilitas Indonesia, terutama di ASEAN Para Games ini, Indonesia juga bisa jadi juara umum," ucap Eko.

"Terima kasih kepada masyarakat yang mendukung kami, doa-doa dari masyarakat Indonesia dan keluarga," kata dia.

"Tak lupa, dukungan Ketua NPC Indonesia, dorongan yang kuat dari Kemenpora dan menteri-menteri lain, dan juga pak Jokowi yang telah memfasilitasi dan memberi kesempatan kami," tambahnya.

Penutup yang Manis di Cabor Lari Putra

Perjuangan empat sprinter para atletik 4x100 meter lari putra Indonesia klasifikasi T11 & 13 berbuah manis.

Mereka mampu mempersembahkan emas ASEAN Para Games setelah bersaing sengit dengan sprinter Thailand.

Meski demikian, sprinter Indonesia mampu memijakkan kaki lebih dulu ke garis finish dengan catatan waktu lebih kurang 44.97.

Baca juga: Sukses Gelar ASEAN Para Games XI 2022 dengan Budget Mepet, Putra Perdana Menteri Kamboja Puji Gibran

Hasil tersebut membuat Muamar Habibila, Petrus Kahel Alupan, Eko Saputro, dan Ruli Alkahfi Mubarok begitu emosional.

Habibila, misalnya, dia berteriak 'penutup yang manis, Indonesia juara' sembari mengepalkan tangan di atas track atletik Stadion Manahan, Jumat (5/8/2022).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertandingan itu memang menjadi yang terakhir alias penutup dalam cabor lari putra.

Ternyata tak hanya Habibila yang emosional, Eko juga turut bahagia.

Itu menjadi medali emas ketiganya dalam ajang ASEAN Para Games.

Baca juga: PLN Berkomitmen Tetap Menjaga Keandalan Listrik Pasca Pembukaan ASEAN Para Games XI

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved