Berita Karanganyar Terbaru
Perbaikan Jembatan Jurug Solo, Jalan Tasikmadu-Kebakkramat Jadi Jalur Alternatif ke Karanganyar
Selama perbaikan Jembatan Jurug Solo, para wisatawan yang hendak menuju ke Karanganyar disarankan melalui jalur alternatif yaitu Tasikmadu-Kebakkramat
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Bupati Karanganyar Juliyatmono menjelaskan pembangunan Jalan Kebakkramat-Tasikmadu yang sumbernya dari Bankeuprov senilai Rp9,5 miliar itu selesai tahun ini.
Dia menuturkan prioritas pengerjaan di ruas tersebut karena merupakan jalan strategis menuju exit tol Karanganyar di Kebakkramat.
"Sekarang jalan tersebut sudah mulai ramai, bus-bus besar sudah lewat jalan itu, karena akses untuk ke Karanganyar dari pintu tol yang paling strategis ya jalan itu," singkat Juliyatmono.
Perbaikan Jembatan Jurug Solo Dikhawatirkan Turunkan Kunjungan Wisata di Karanganyar
Perbaikan jembatan Jurug B Solo diprediksi akan berdampak pada pariwisata di Kabupaten Karanganyar.
Dampak yang dimaksud yaitu menurunnya kunjungan wisata ke wisata di Karanganyar.
Pasalnya perbaikan itu menutup akses utama jalan milik provinsi dari Solo ke Karanganyar.
Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Karanganyar, Agung Tjahjo Nugroho mengatakan perbaikan jembatan Jurug dipastikan menimbulkan ekses geliat wisata di Karanganyar.
Baca juga: Begini Rekayasa Lalu Lintas dari Karanganyar ke Solo saat Proyek Renovasi Jembatan Jurug Dimulai
Baca juga: Profil SMP Al Azhar di Karanganyar, Tempat Putri Kembar Irfan Hakim Mondok: Baru Setahun Berdiri
"Wisatawan dari luar kota, tahunya ke Karanganyar lewat jembatan Jurug. Nah, sebelum mulai ditutup jembatannya, harus diberi informasi rute-rute yang bisa dilewati," kata Agung kepada TribunSolo.com, Jum'at (26/8/2022).
Agung memastikan semua destinasi wisata di Karanganyar siap menyambut wisatawan selama perbaikan Jembatan Jurug.
Dia mengatakan wisatawan potensial beralih destinasi selain Karanganyar jika akses jalan sulit.
Ia meminta para pelaku wisata aktif menguatkan komunikasi ke biro-biro perjalanan.
Seperti membuat promo-promo atau event agar menarik kunjungan.
"Berilah pengertian bahwa akses lalu lintas bukan penghalang utama berlibur ke Karanganyar, jalur alternatif tetap bisa dilewati, beri info jam-jam yang tidak sibuk supaya melintas di jalur alternatif," katanya.
Dia mengatakan pihaknya segera mengumpulkan para stakeholder pariwisata guna membahas solusi terbaik problem aksesibilitas lalu lintas.
Baca juga: Anggaran Penanganan Bencana di Karanganyar Hanya Rp 200 Juta, BPBD : Padahal Banyak Lokasi Rawan
Baca juga: Harga Telur Ayam di Karanganyar Sudah Tembus Rp 30 Ribu/Kg, Padahal Biasanya Hanya Rp 20 Ribu/Kg