Berita Sragen Terbaru

Warga Sragen Antusias Datang ke SPBU, Ternyata Minta Daftar MyPertamina 

Masyarakat kini mulai sadar untuk mendaftar MyPertamina. Dampaknya beberapa SPBU di Sragen terlihat penuh dalam beberapa hari terakhir.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Warga sedang mengantre di posko pendaftaran MyPertamina di SPBU Tunjungan yang ada di Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jumat (2/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pemandangan tak biasa terlihat di posko-posko pendaftaran MyPertamina di beberapa SPBU di Kabupaten Sragen dalam beberapa hari terakhir. 

Banyak mobil dan truk yang terparkir di halaman SPBU, yang mana sopirnya sedang melakukan pendaftaran MyPertamina

Antrean salah satunya terlihat di posko pendaftaran MyPertamina di SPBU Tunjungan, Kecamatan Sambungmacan. 

Warga rela antre agar bisa mendaftar di website MyPertamina sehingga mendapatkan barcode yang digunakan untuk membeli BBM bersubsidi. 

Salah satu sopir yang ikut mengantre, Rediono mengatakan ia memilih mendatangi posko pendaftaran karena berkaca dari pengalaman teman-temannya yang kesulitan untuk mendaftar. 

"Kalau saya pertama kali daftar, belum pernah mencoba sendiri, kawan saya banyak yang mencoba daftar di HP sendiri tapi gagal semua," ujarnya saat ditemui TribunSolo.com, Jumat (2/9/2022). 

Ia sudah datang sejak pukul 08.00 WIB, namun satu jam kemudian ia masih mengantre.

Rediono menyambut baik kebijakan pemberlakuan barcode MyPertamina tersebut asalkan stok solar tersedia di SPBU-SPBU. 

"Kalau sudah berjalan mungkin gampang, cuma mungkin ini orang belum pada paham, mungkin kalau sudah paham ya gampang," jelasnya.

Baca juga: Pentingnya Mendaftar di Website MyPertamina, Cara Agar Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

"Kalau dibatasi enggak papa, asal semua pom ada (solar), selama ini banyak yang kosong, di perjalanan itu kan was-was bisa sampai tempat tujuan atau tidak," tanbahnya. 

Pemilik SPBU Tunjungan, Faturahman mengatakan antusias warga untuk mendaftar mulai meningkat dalam 10 hari terakhir. 

Hal itu dikarenakan berdasarkan informasi yang beredar pembelian BBM bersubsidi menggunakan barcode MyPertamina mulai dijalankan pada Bulan September. 

"Ramai 10 hari terakhir, menjelang bulan September ini, karena informasinya per bulan September MyPertamina sudah diberlakukan," jelasnya. 

"Sedangkan untuk kebijakan terbaru informasinya untuk bulan September diperpanjang sampai bulan Oktober, mungkin setelah itu diberlakukan pembelian pakai barcode," terangnya. 

Para pendaftar tidak hanya datang dari Kabupaten Sragen saja, namun sebagian juga merupakan warga Ngawi. 

"Mereka sudah datang ke posko di SPBU lain, mungkin tidak ada petugas jadi dilempar kesini," jelasnya. 

"Tidak hanya warga Sragen saja, warga Ngawi juga banyak yang kesini, karena disini daerah perbatasan, kalau kemarin sehari bisa melayani 80 orang, mungkin hari ini lebih," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved