Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Klaten Terbaru

Waspada, Sudah 19 Orang Meninggal Dunia, Kini Demam Berdarah di Klaten Menembus 395 Kasus

Demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten meroket hingga kini sudah menyentuh 395 kasus.

Penulis: Ibnu DT | Editor: Asep Abdullah Rowi
Wartakota/Nur Ichsan
Ilustrasi : Pengasapan atau fogging karena munculnya kasus DBD. Kini DBD di Klaten mengalami kenaikan tajam. Belasanb orang sudah meninggal dunia. 

"Begitu juga dengan melakukan pemberantasan saran nyamuk (PSN). Terutama dengan menerapkan 3 M yakni menguras, mengubur dan menutup,” ucap Cahyono.

Terkait orang yang meninggal dunia, Cahyono menjelaskan, kemungkinan karena terlambat diantar ke pelayanan kesehatan terdekat.

Maka itu dirinya meminta apabila merasakan gejala DBD untuk segera memeriksakan diri lebih awal.

Salah satunya ketika mengalami demam tinggi sehingga bisa dilakukan penanganan lebih cepat dan tepat.

Kasi Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Dinkes Klaten, Wahyuning Nugraheni menambahkan jika kasus kematian pada epidemi DBD terjadi karena pasien tak kunjung dibawa ke pelayanan kesehatan.

“Ini terjadi karena sebagian masyarakat masih khawatir gejala yang dikeluhkan akan dimasukan dalam gejala Covid-19," kata dia.

"Padahal tenaga kesehatan akan membedakan penanganan pasien gejala Covid dan non Covid,” ucap Wahyuning.

Lebih lanjut, DBD memiliki siklus yang harus terus dipantau.

Terlebih lagi selama penanganan, pasien juga diminta memberikan keterangan yang jelas. Mulai dari gejala hingga waktu awal sakit yang dialaminya.

“Sampaikan dengan jelas kapan mulai sakit. Gejala apa yang dirasakan. Soalnya penjelasan dari pasien sangat mempengaruhi penanganan medis yang diberikan. Termasuk berdampak pada proses pemulihan pasien,” ucapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved