Berita Sukoharjo Terbaru

Saat Emak-emak Pranan Berada di Garis Depan : Melalui Dapur Sehat, Bebaskan Anak dari Stunting

Emak-emak di Pranan mendampingi ibu hamil, anak-anak hingga meluncurkan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas.

Penulis: Asep Abdullah Rowi | Editor: Naufal Hanif Putra Aji
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
Emak-emak di Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Mereka mendampingi ibu hamil dan anak balita demi memangkas stunting. 

Umi yang juga penguluh KB membenarkan, jika 'pasukan emak-emak' ini memiliki peran penting membebaskan kampung dari stunting.

Di Pranan kata dia, ada empat tim.

Setiap tim beranggotakan tiga orang emak-emak di antaranya ada bidan.

Tugasnya lanjut dia, mendampingi dan mengawasi keluarga, baik calon pengantin, ibu hamil dan mereka yang sudah memiliki anak balita.

"Kita catat dan pantau secara kontinyu, misal hamil ke berapa, suami merokok apa tidak, makannya gimana untuk dedek bayinya," jelasnya.

Baca juga: Bubur Lemu Khas Solo, Hidangan Tradisional yang Wajib Dicoba, Kaya Akan Kandungan Protein

Baca juga: Kisah Haru Bayi Kembar Siam Berhasil Dipisahkan, Kini Tumbuh Jadi Balita Cantik dan Terkenal

"Dari itu kan terlihat risiko stunting, jika berisiko apa yang harus dilakukan, kemudian dicarikan jalan keluar," aku dia.

Menurut Umi, itu bagian dari salah satu cara emak-emak di Pranan menekan angka stunting melalui bagian hulu.

Pasalnya kata dia, lebih baik mencegah, mengingat di Pranan ada sekitar 200 anak balita.

"Target kita 0 kasus, kini dari 200 itu ada sejumlah kasus stunting memang, itu pun ada satu ibu yang punya 4 anak, karena jarak melahirkan cukup dekat. Jadi pikiran terbagi-bagi ngurus anak," aku Umi.

Untuk itu lanjut dia, beberapa anak itupun mendapatkan pendampingan khusus, guna memutus rantai stunting.

Di Rumah Punya Ayam hingga Kolam Ikan

Menurut Umi, melalui empat tim pendamping, mereka rutin mengecek dapur, isi kulkas, hingga makanan yang disiapkan untuk ibu hamil dan balita.

Di mana selalu ditekankan, warga tak perlu gengsi dengan produk lokal di dalam kampung, sehingga bisa memanfaatkan yang ada di lingkungan sekitar.

Karena kata Umi, kebanyakan rumah memiliki ternak ayam hingga kolam lele hingga ikan.

Itu menurut dia, juga bagian dari pemenuhan dapur sehat, karena mengandung protein yang dibutuhkan untuk anak-anak.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved