Berita Sukoharjo Terbaru
Saat Emak-emak Pranan Berada di Garis Depan : Melalui Dapur Sehat, Bebaskan Anak dari Stunting
Emak-emak di Pranan mendampingi ibu hamil, anak-anak hingga meluncurkan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas.
Penulis: Asep Abdullah Rowi | Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Di mana untuk menyongsong bebas stunting, tak hanya disosialisasikan dan dipangkas oleh pemerintah saja.
Tetapi masyarakat hingga lembaga swasta yang peduli atas hal itu, penting untuk bersama-sama mengatasi stunting.
"Harus jalan bersama, pemerintah tak bisa sendiri. Jadi jangan hanya menyandarkan kepada pemerintah saja," terang dia.
Lebih lanjut Budiyanti menuturkan, stunting tak bisa dianggap remeh atau sepele, karena dampaknya tak hanya pada fisik, tapi menentukan kualitas anak di masa depan.
Baca juga: 9 Kelebihan Telur Bebek Dibandingkan Telur Ayam yang Perlu Diketahui: Lebih Banyak Protein
Baca juga: Tips Menurunkan Berat Badan dengan Mudah: Kurangi Asupan Karbohidrat hingga Konsumsi Protein
"Jangka panjangnya membahayakan, tidak sekedar pendeknya. Itu mempengaruhi semua sistem metabolisme hingga kecerdasan anak. Sel jadi tak berfungsi maksimal," tutur dia.
Budiyanti menambahkan, itu sebabnya pemerintah benar-benar serius menanganinya, karena jika terus menerus kasus stunting menjerat anak-anak, akan menurunkan kualitas sumber daya manusianya (SDM).
"Tadi yang saya katakan, mempengaruhi kecerdasan. Anaknya kurang cerdas kan jadi SDM di negera ini turun. Untuk menyiapkan generasi emas harus atasi stunting," kata dia.
Untuk itu, menurut dia, sudah seharusnya setiap keluarga yang belum memenuhi gizi, untuk memperbaikinya, mulai dengan protein hewani hingga nabati.
"Terutama untuk mereka yang hamil, karena menjadi kunci memutus stunting," harap dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Emak-emak-di-Desa-Pranan-Kecamatan-Polokarto-Kabupaten-Sukoharjo.jpg)