Berita Sukoharjo Terbaru

Saat Emak-emak Pranan Berada di Garis Depan : Melalui Dapur Sehat, Bebaskan Anak dari Stunting

Emak-emak di Pranan mendampingi ibu hamil, anak-anak hingga meluncurkan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas.

Tayang:
Penulis: Asep Abdullah Rowi | Editor: Naufal Hanif Putra Aji
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
Emak-emak di Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Mereka mendampingi ibu hamil dan anak balita demi memangkas stunting. 

"Kita selalu tekankan protein hewani, bisa dari telur, daging ayam hingga ikan. Jadi mereka ngingu dewe (pelihara sendiri) dan dimakan sendiri," jelas dia.

"Agar anak-anak suka dibikin bentuk yang unik-unik seperti nuget," akunya.

Emak-emak yang menjadi ujung tombak agar bebas dari stunting di Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Mereka memiliki komitmen kuat dalam membantu pemerintah.
Emak-emak yang menjadi ujung tombak agar bebas dari stunting di Desa Pranan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Mereka memiliki komitmen kuat dalam membantu pemerintah. (TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi)

Bahkan tak hanya pemenuhan protein hewani, banyak warga menanam sayur mayur sendiri di halaman rumahnya.

Seperti yang ditunjukkan emak-emak di sebuah rumah yang halamannya bak perkebunan sayur hingga buah-buahan, yakni milik Suharno.

Dari ujung ke ujung di rumah yang berada di lingkungan RT 1 RW 2 isinya tanaman sayur dan buah.

Termasuk tak ketinggalan, ada kolam dan kandang ayam.

"Ayamnya sudah banyak sekarang, mau makan telur tinggal ambil. Mau ikan juga tinggal serok," aku dia.

Apa yang lakukannya itu, ternyata menurut Pak Harno sapaan akrabnya, berdampak pada cucunya Yandra Gibran Utomo.

Anak yang baru 3 bulan di bangku SD itu, memiliki keahlian di atas rata-rata menggebuk drum hingga berani tampil di muka umum.

"Pentas di Hartono Mall 3 kali, di Solo Square juga beberapa kali. Kalau gak kuat mentalnya, gak mungkin berani kan," terang dia.

"Menurut saya sih, salah satunya gara-gara suka ikan, telur dan daging ayam. Kalau makan ikan itu paling sering," selorohnya diamini ibundanya, Wulan Kurnia Dewi.

Kades Pranan, Jigong Sarjanto mengungkapkan, jika peran emak-emang yang gesit dalam pendampingan kepada ibu hamil dan balita patut diacungi jempol.

Bagaimana tidak, emak-emak itu memastikan isi piring yang ada di dapur jangan sampai tak ada gizi dari lauk hewan, sayuran hingga buah.

"Emak-emak ini detail, kunci keberhasilanan penekanan kasus stunting. Tak banyak bicara, tapi tindakannya terlihat, demi bebas stunting," tutur dia.

Ahli Gizi dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, dr Budiyanti Wiboworini, Sp.GK menerangkan, apa yang dilakukan oleh emak-emak yang aktif di Pranan jadi contoh.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved