Berita Sukoharjo Terbaru
Jembatan Mojo Mulai Ditutup 26 September, Dishub Sukoharjo Beberkan Rute Alternatif bagi Warga
Penutupan Jembatan Mojo selama proses pengerjaan membuat warga bakal melalui rute alternatif. Rute itu telah disiapkan oleh Dishub Sukoharjo
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Masa pengerjaan proyek jembatan Mojo sendiri akan berlangsung dari bulan Juni hingga November 2022.
Kendati demikian, Dishub Solo masih menunggu DPUPR Solo, kapan jalan akan mulai ditutup untuk kendaraan roda empat dan lebih.
"Koordinasi dengan Dishub Solo Raya, seperti Sukoharjo sudah kita lakukan terkait penutupan Jembatan Mojo ini," ucapnya.
Jalur BST Koridor 5 dari Kartasura, Tohudan, Solo, Bekonang, Sidan dan sebaliknya juga akan berubah.
Sebab BST tidak bisa menyeberangi Jembatan Mojo.
"Rutenya tetap. Hanya saja sampai Pasar Gading itu dia akan ke selatan melewati jalan Brigjen Sudiarto, jalan Raya Grogol, hingga menyebrangi Jembatan Bacem, dan lewatnya nanti Jalan Ciu. Begitu juga sebaliknya," pungkasnya.
Warga Gadingan Buat Jembatan Sesek, Bakal Diserbu Pemotor?
Penutupan Jembatan Mojo di atas Bengawan Solo tinggal menunggu waktu.
Jembatan yang menghubungkan kota Solo dengan Kabupaten Sukoharjo diutup mulai 26 September 2022 hingga 30 November 2022.
Di mana jembatan itu akan diperbaiki total.
Tak jauh dari itu, kini warga sudah membuat jembatan sesek dari bambu, mengingat air sungai Bengawan Solo kini menyusut.
Jembatan itu menghubungkan Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, dengan Kampung Beton, Kelurahan Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Solo.
Dipastikan warga dari dua arah yang akan melintas, bakal mewati jembatan itu.
Pembuatnya adalah Sugiyono alias Bagong, warga RT 3, RW 3, Dukuh Jetis, Desa Gadingan.
Pria yang biasa disapa Bagong mengatakan jembatan tersebut selesai terpasang dan mulai beroperasi Selasa (6/9/2022).