Berita Sragen Terbaru

Nasib Jumawi di Gemolong Sragen : Pabrik Tahu Terbakar, Gegara Ditinggal Istirahat karena Kelelahan

Pabrik tahu di Dukuh Kwangen, Desa Ngembat Padas, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen terbakar.

TribunSolo.com/Istimewa
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di Pabrik Tahu di Desa Ngembat Padas, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pabrik tahu di Dukuh Kwangen, Desa Ngembat Padas, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen terbakar.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Satpol PP-Damkar Sragen, Tommy Isharyanto mengatakan sebelumnya pemilik pabrik tahu Jumawi (58) tengah menggoreng tahu.

"Selesai menggoreng ditinggal istirahat, tanpa disadari bara api tertiup angin," katanya saat dihubungi TribunSolo.com, Rabu (14/9/2022).

Bara api yang tertiup tersebut kemudian mengenai gambut yang jaraknya tidak jauh dari penggorengan.

Kemudian kebakaran baru diketahui oleh anak Jumawi dan melihat api sudah berkobar diatap gambut.

Anak Jumawi seketika berteriak minta tolong dan bergegas membangunkan orang tuanya.

Tak lama petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian untuk memadamkan api.

Baca juga: Diguyur Hujan Lebat Disertai Lisus, Pohon Besar di Belakang Umbul Pengging Roboh, Timpa Dua Rumah

Baca juga: Sehidup Semati Pasutri : Nyawanya Melayang, Usai Motor yang Dinaiki Tergilas Bus di Kalijambe Sragen

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kali ini, dan kerugian belum bisa ditaksir.

Namun, peralatan penggorengan hingga kedelai yang ada di pabrik ludes terbakar.

"Akibat kebakaran tungku penggorengan, tahu, kedelai dan atap pabrik mengalami kerusakan," pungkasnya.

Kebakaran di Kalijambe

Tak hanya Jumawi, peristiwa kebakaran juga menimpa Suprapto (58) warga Dukuh Rambat, Desa Banaran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen.

Pabrik pembuatan pelet serbuk kayu miliknya yang ada di Dukuh/Desa Banaran terbakar pada Rabu (14/9/2022) sekitar pukul 04.00 WIB.

Baca juga: Ada yang Usul Ngemplak Gabung Solo, Ketua DPRD Boyolali : Ikhlas-ikhlas Saja, Tapi Itu Tidak Mudah

Baca juga: Sosok Pujono, Namanya Mendadak Muncul Jadi Calon Bupati Sragen 2024: Dulu Pedagang Asongan

Menurut Tommy, kebakaran pertama kali diketahui Maryono, yang melihat kepulan asap dari pabrik tersebut.

"Setelah dilihat ternyata api sudah membakar bahan kayu dan tumpukan karung pelet," ujarnya.

Menurutnya api diduga berasal dari sisa-sisa pembakaran kayu gergaji pembuat pelet.

Kemudian api merembet ke sekam kayu yang ada disekitarnya.

"Kebakaran menyebabkan sekam kayu terbakar, sebagian karung dan bahan kayu gergaji pelet terbakar," jelas dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved