Berita Wonogiri Terbaru

Jejak Sejarah Perkebunan Serat Terbesar Hindia Belanda di Wonogiri: Onderneming Mento Toelakan

Wonogiri ternyata pernah menjadi wilayah penghasil serat terbaik di Hindia Belanda. Namun, kini bangunan tersebut tersisa peninggalan saja.

Istimewa/Arsip Digital Universitas Leiden
Aktivitas Onderneming Mento Toelakan di masa lampau. 

Daun tersebut kemudian dipotong dan selanjutnya diseset. Seluruh proses itu menggunakan tenaga lokal yang di setiap bagian proses pembuatan serat terdapat mandor.

"Gaji pegawai tergantung timbangan, berapa kilo dia memotong atau menyeset itu. Jadi dibayarkan sesuai dengan hasil pekerjaan," ujar Parno.

Setelah itu, hasil dari daun yang diseset kemudian dikemas dan dibawa ke kolam untuk direndam. Selanjutnya, daun itu diproses dijadikan serat yang disebut dengan proses geblok.

"Selanjutnya dicuci bersih kemudian digoreng atau dikeringkan. Setelahnya digulung atau dibal untuk kemudian di ekspor selain untuk kebutuhan lokal," imbuh dia.

Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian, hasil serat nanas dari Onderneming Mento Toelakan merupakan yang terbaik kualitasnya di seluruh dunia. Bahkan, hasil serat yang diekspor ke Belanda, oleh Belanda kemudian dijual kembali dan sangat laku.

Kegunaan serat nanas tersebut adalah untuk membuat tali temali, termasuk untuk tali di kapal. Selain itu, serat digunakan untuk membuat karung goni dan tekstil.

Namun, setelah Belanda kalah perang dari sekutu, kekuasaan jatuh ke tangan Jepang. Pabrik Mento, kata dia, juga dikuasai oleh Jepang. Sayangnya, saat dikuasai Jepang, pabrik tersebut tidak berkembang.

"Sekitar tahun 1945 saat Jepang kalah, pabrik itu vakum. Tapi masih ada, hanya tidak produksi. Saat itu pabrik itu tidak ada yang punya dan Belanda ingin kembali," paparnya.

Parno mengatakan, masyarakat kemudian bergerak cepat. Infrastruktur seperti jembatan, jalan dan rumah-rumah yang ada disana kemudian dirusak oleh warga dengan tendensi agar Belanda tidak kembali lagi ke Mento.

Saat itu, masyarakat berebut dan menjarah barang-barang yang ada di pabrik. Saat ini, hanya tertinggal bekas-bekas kejayaan Onderneming Mento Toelakan yang menjadi bukti.

Kades Wonoharjo, Y Parmin membenarkan bahwa wilayahnya dulu menjadi pusat penghasil serat terbesar. Saat ini tinggal tersisa bangunan-bangunan pabrik yang masih kokoh.

"Pagarnya masih kuat, saluran airnya juga. Bekas jalur kereta leri juga masih ada. Saat ini situs-situs sejarah Pabrik Serat Mento masih ada di beberapa dusun," paparnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved