Berita Solo Terbaru

Gibran Minta Jembatan Sasak Dibongkar Setelah Jembatan Mojo Selesai Diperbaiki, Safety Jadi Alasan

Keamanan yang dinilai kurang memadai membuat Gibran meminta Jembatan Sasak dibongkar begitu Jembatan Mojo selesai diperbaiki

Tribunsolo.com/Tara Wahyu Nor Vitriani
Warga saat sedang membangun Jembatan Sasak Sangkrah. Jembatan ini bakal menghubungkan Kampung Ngepung, Sangkrah, Pasar Kliwon dengan Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo. Adapun jembatan ini dibangun dengan swadaya masyarakat dua wilayah tersebut. Dari patungan warga, didapat uang sebesar Rp20 juta. 

Suami Selvi Ananda itu lantas menegaskan kembali agar Jembatan Sasak dibongkar nantinya.

Dirinya mengaku pihaknya mengebut pembangunan jembatan Mojo untuk bisa segera dilintasi masyarakat. 

"Nanti nek jembatan (Mojo) wes dadi, (jembatan sasak) dibongkar itu, dibongkar sendiri," pungkasnya.

Jembatan Sasak Sangkrah Dibangun Warga

Antrean panjang mengular di Jembatan Sasak di Kampung Beton, Sewu, Jebres, terpantau hampir setiap hari usai penutupan Jembatan Mojo dilakukan.

Hal ini membuat warga berinisiatif membuat Jembatan Sasak lainnya di Kampung Ngepung, Sangkrah, Pasar Kliwon.

Jembatan ini menghubungkan kawasan Sangkrah dengan Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo.

Usut punya usut, pembangunan jembatan baru ini merupakan inisiatif dari warga di Sangkrah dan Gadingan.

Pengelola Jembatan Sasak Sangkrah, Supriyadi (58) mengatakan alasan pembuatan jembatan dari bambu itu karena banyak warga yang terdampak penutupan Jembatan Mojo dan Jembatan Jurug B.

Baca juga: Cerita Warga Mojolaban Sukoharjo, Takut Lewat Jembatan Sasak saat Mau ke Solo: Pilih Jalan Memutar 

Baca juga: Bak Kemacetan di Jakarta, Kini Lewat Jembatan Sesek di Kampung Sewu Bisa Sejam, Emak-emak: Emosi Iki

"Lha ini untuk masyarakat, kasihan yang kerja, sekolah kan banyak, biasanya lewatnya jembatan Mojo mereka," kata Supriyadi, kepada TribunSolo.com, Kamis (29/9/2022).

Supriyadi membantah jika jembatan sasak Sangkrah berniat mengikuti jembatan sasak di Kampung Beton.

Menurutnya pembangunan jembatan ini lebih dikarenakan banyaknya orang yang memanfaatkan jembatan sasak di Kampung Beton hingga antrean mengular.

Hal itu membuat banyak pihak pada akhirnya tetap terlambat beraktivitas lantaran ramainya animo masyarakat yang melintas di sana,

"Nggak ngikutin (jembatan sasak Kampung Beton). Sebetulnya (di) Kampung Beton terlalu banyak yang nyeberang. Ini kasihan, masuk jam 7, atau setengah 7 tapi sudah ramai, 100 meter lebih antre," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved