Berita Solo Terbaru

Gibran Minta Jembatan Sasak Dibongkar Setelah Jembatan Mojo Selesai Diperbaiki, Safety Jadi Alasan

Keamanan yang dinilai kurang memadai membuat Gibran meminta Jembatan Sasak dibongkar begitu Jembatan Mojo selesai diperbaiki

Tribunsolo.com/Tara Wahyu Nor Vitriani
Warga saat sedang membangun Jembatan Sasak Sangkrah. Jembatan ini bakal menghubungkan Kampung Ngepung, Sangkrah, Pasar Kliwon dengan Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo. Adapun jembatan ini dibangun dengan swadaya masyarakat dua wilayah tersebut. Dari patungan warga, didapat uang sebesar Rp20 juta. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Fenomena unik terjadi tatkala Jembatan Mojo dan Jembatan Jurug B ditutup untuk dilakukan perbaikan.

Warga lebih memilih melintasi Jembatan Sasak sebagai jalur alternatif yang terbilang cepat, dibanding memutar jauh.

Kini bahkan ada dua jembatan sasak yang dapat dilintasi. Satu di Kampung Beton, Jebres, sedangkan satu lagi di Kampung Ngepung, Sangkrah, Pasar Kliwon.

Kedua jembatan Sasak itu sama-sama menghubungkan Kota Solo dengan Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo. 

Baca juga: Penjualan Batik Pasar Klewer Terdongkrak karena Hajatan Pernikahan, Motif Wahyu Tumurun Diburu

Baca juga: Kisah di Balik Emak-emak Bubarkan Pelajar yang Mau Tawuran, Tinggalkan Makanan yang Sedang Dimasak

Meski animo warga tinggi untuk melintasi jembatan itu, ternyata Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tak merekomendasikannya.

Menurutnya, jembatan yang terbuat dari bambu itu tidak memiliki keamanan (safety) yang memadai.

"Ya sebenarnya saya tidak merekomendasikan adaanya jembatan sasak itu," kata Gibran kepada TribunSolo.com, Kamis (29/9/2022).

Gibran juga secara tegas meminta agar jembatan sasak dibongkar begitu Jembatan Mojo selesai dibangun. 

"Seng penting nek jembatan e wes dadi segera dibongkar lagi ya. Bahaya, safety-nya kita enggak pernah tahu," ujarnya. 

Lantaran menilai keamanan jembatan sasak kurang memadai, Gibran mengaku selalu memantau kondisinya. 

Pengawasan juga dilakukan, kata dia, oleh SAR dan BPBD.

"Ra pengen muter to? Iyo pengawasan pasti, tim SAR pasti BPBD pasti kita standby-kan di situ," paparnya. 

Baca juga: Modal Pikap, Komplotan Tukang Rosok Gasak Ruko di Sukoharjo: Gondol Kulkas hingga Mesin Cuci 

Baca juga: Beda Jembatan Sasak di Sangkrah dan Kampung Beton : Tak Patok Harga Bagi Penyeberang

"Seng penting ojo over kapasitas, antisipasi pas hujan, pas airnya naik," lanjutnya. 

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved