Operasi Zebra 2022

Hari Ini Operasi Zebra Dimulai, Polisi Bakal Pelototi ETLE, Helm Tak SNI Jadi Sasaran Tilang

Ditlantas Polda Metro Jaya menyebut polisi tidak akan melakukan razia di tempat selama operasi berlangsung. 

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.COM/STANLY RAVEL
Ilustrasi razia kepolisian. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Senin (3/10/2022) bakal mulai digelar Operasi Zebra 2022 bakal digelar selama 14 hari, hingga 16 Oktober 2022.

Ditlantas Polda Metro Jaya menyebut polisi tidak akan melakukan razia di tempat selama operasi berlangsung. 

Namun, tilang manual masih bisa dilakukan buat pelanggaran tertentu.

Baca juga: Operasi Zebra Jaya 3-6 Oktober 2022: Pelat Kendaraan Milik Pejabat Jika Melanggar Juga Akan Ditilang

“Kita tidak ada penindakan hukum secara stasioner (razia di satu tempat). Menghentikan, kemudian memeriksa, itu tidak,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman, disitat dari NTMC Polri (2/10/2022).

Latif mengatakan, penilangan di tempat bukan lagi prioritas jajarannya selama Operasi Zebra. Namun hal itu bukan berarti pengawasan di lapangan menjadi lebih longgar.

“Kalau ada pelanggaran secara kasatmata, tentunya kami tetap melakukan penindakan juga,” ucap Latif.

Polisi bakal mengedepankan pengawasan melalui kamera ETLE dalam penindakan selama Operasi Zebra.

Baca juga: ETLE Sampai Tugu Boto Klodran, Ini Kriteria Jalan di Karanganyar yang Jadi Sasaran Tilang Elektronik

Tilang secara manual hanya akan dilakukan di lokasi yang belum terdapat ETLE.

“Tilang manual mungkin pada tempat-tempat tertentu itu harus tetap dilaksanakan. Tapi pelaksanaan penindakan itu khususnya kita mengedepankan tilang elektronik, tapi tentunya tilang manual istilahnya (ada) pada tempat-tempat tertentu saja,” kata Latif.

Menurutnya ribuan personel gabungan bakal diturunkan selama operasi ini.

"Iya (gabungan) dari Ditlantas Polda Metro Jaya, satuan pendukung dari instansi terkait, juga ada TNI, Satpol PP, dan Dishub juga akan ikut,” tutur Latif.

Sementara untuk sasaran Operasi Zebra kali ini adalah pengendara yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. 

Polisi bisa melakukan imbauan hingga penilangan.

“Tentunya yang potensial kecelakaan lalu lintas. Seperti pengguna dalam keadaan mabuk, melawan arus, kayak gitu yang sangat membahayakan,” kata dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Terkait :#Operasi Zebra 2022
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved