Berita Solo Terbaru

Curi Kabel Telkom, Tiga Oknum Polisi dan Satu Oknum TNI Ditangkap, Beraksi di Kawasan Sumber Solo

Oknum Polisi dan TNI teratngkap beraksi mencuri kabel Telkom di kawasan Sumber, Banjarsari. Mereka kini sudah di tahan.

(POS BELITUNG/Eddy)
ILUSTRASI KABEL TELKOM : Oknum Polisi dan TNI tertangkap mencuri kabel telkom di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebanyak 11 orang ditangkap oleh Polresta Surakarta lantaran terlibat dalam komplotan pelaku pencurian kabel PT Telkom di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo.

Kejadian tersebut pada 27 September 2022 lalu. 

Dari 11 orang ini terdapat oknum Polisi dan TNI yang ikut terlibat.

Anggota polisi yang terlibat dari Polresta Solo sendiri ada 3 orang. 

Ketiganya itu berinisial MP, U dan AS. Sedangkan satu anggota TNI menjadi pelaku pencurian bersama tujuh warga sipil berinisial DD, L, S, M, G , E dan L. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kapolresta Solo, Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan sindikat pencurian kabel yang berasal dari Kabupaten Bekasi. 

"Saat ini pelaku kami tahan di Rutan Mapolresta Solo untuk penyidikan lebih lanjut," katanya, Selasa (4/10/2022)..

Baca juga: Pencurian HP & Tas Kulit, Perkara Pertama yang Diselesaikan di Rumah Restorative Justice Wonogiri

Sedangkan untuk anggota TNI, lanjut Alfian, ditangani langsung oleh Denpom Surakarta. 

Dirinya menjelaskan, mereka mencuri kabel PT Telkom yang terbuat dari tembaga dengan cara menggali tanah yang di dalamnya terdapat kabel lama.

Bahkan, komplotan pencuri kabel PT Telkom itu diketahui sudah beraksi dua kali dikawasan yang sama. 

Tapi untuk aksi yang kedua berhasil digagalkan aparat yang menangkap basah aksi pencurian tersebut. 

"Dari hasil penyidikan, untuk kasus yang pertama kerugian yang ditaksir Rp 50 juta," tuturnya. 

"Kami masih kembangkan siapa yang menadah barang curian itu," lanjut Alfian.

Dirinya mengungkapkan Tersangka bisa tekenakan Pasal 363 KUHP junto 55 tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumanya maksimal 7 tahun.

"Satreskrim Polresta Solo tersebut mengembangkan penyidikan guna mengungkap secara utuh kasus pencurian tersebut," ungkapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved