Berita Sragen Terbaru
Motor dan Gerobaknya Raib Dimaling, Penjual Cilok di Sragen Hanya Bisa Pasrah : Sempat Kira Candaan
Wibisono sempat mengira hilangnya motor dan gerobak ciloknya sebagai candaan yang dilakukan seseorang
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Tidak pernah dibayangkan oleh Wibisono (63), dirinya bakal kehilangan sepeda motor beserta gerobak ciloknya gegara digondol maling.
Ya, Wibisono adalah seorang penjual cilok yang biasa mangkal di Jalan Veteran atau di depan minimarket Seka, di Kampung Taman Asri, Kelurahan Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen.
Laki-laki paruh baya ini kehilangan kendaraannya pada Selasa (25/10/2022) sekitar pukul 03.00 WIB.
Wibisono baru empat bulan berjualan disitu dan mendapat jatah berjualan malam karena harus bergantian dengan pedagang lainnya.
Baca juga: Apesnya Penjual Cilok di Sragen, Motor & Gerobaknya Digondol Maling Gegara Ketiduran Saat Berjualan
Meski berjualan pada malam hingga pagi hari, Wibisono merasa aman-aman saja dan belum pernah mengalami kehilangan.
Pada waktu itu, Wibisono baru mengantongi Rp 80.000 hasil berjualan sejak petang hingga tengah malam.
Pada pukul 01.00 WIB, Wibisono masih melayani pembeli yang datang.
Kemudian, sekitar pukul 02.00 WIB, ada seorang penjual nasi goreng yang melihat sepeda motornya masih ada.
Karena kelelahan, Wibisono sempat tertidur dan tidak menaruh curiga kepada seorang pemuda yang datang dan tidur di teras toko.
Baca juga: Sudah Hilangkan Nyawa Bakul Cilok, Pria Gangguan Jiwa di Sambi Boyolali Ini Tetap Diproses Hukum
Ketika bangun, sekitar pukul 03.00 WIB, sepeda motor beserta gerobak miliknya sudah tidak ada, dan pemuda yang memakai baju warna merah juga tidak ada.
Wibisono sempat mencari-mencari sepeda motornya namun tidak ketemu.
Dia sempat tidak percaya alat untuk mencari nafkahnya raib.
"Iki tenan opo guyon (ini beneran atau bercanda), kok se-gerobaknya dibawa, hanya tersisa helmnya saja," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (27/10/2022).
Ia sendiri baru 2 tahun berjualan keliling di Kabupaten Sragen setelah pulang merantau dari Kalimantan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Wibisono-penjual-cilok-di-Sragen-yang-menjadi-korban-pencurian-sepeda-motor-beserta-gerobaknya.jpg)