Berita Boyolali Terbaru
DAS Bendungan Cengklik Boyolali Ditanami Rambutan, Kelengkeng hingga Jambu, Ini Tujuan Dibaliknya
BBWSBS mengajak warga merawat Bendungan Cengklik melalui penanaman DAS dengan pohon-pohon produktif seperti rambutan, kelengkeng, alpukat dan jambu
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Daerah aliran sungai (DAS) harus dijaga kelestariannya.
Hal itu sebagai pengendalian kerusakan lahan yang berada di sekitaran sungai.
Salah satu yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dengan menggandeng pemerintah desa yang dilalui sungai untuk memanfaatkan lahan.
Seperti di Desa Canden, Kecamatan Sambi.
Baca juga: Kisah Dukuh Gobumi di Boyolali : Warga Satu Desa Menderita, Dibuat Miskin karena Teror Geng Kera
Salah satu lahan yang ada di sebelah sungai yang berhilir ke sungai Bengawan Solo di tanamani tanaman produktif.
Dengan begitu, masyarakat sekitar dapat memperoleh manfaatnya dan sedimentasi sungai dapat ditekan.
Lahan yang ditanami tanaman produktif ini ada di Dukuh Sukowoyo.
Lahan tersebut ditanami aneka tanaman buah-buahan.
Seperti Alpukat, Rambutan, kelengkeng dan Jambu.
Baca juga: Kuliner Boyolali: Bakso Buaya Darat, saat Dibuka Penuh dengan Isian Daging dan Urat
Staff Operasi Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Suryadi, mengatakan program mitigasi sedimentasi dan pengamanan waduk berbasis peran serta masyarakat sangat penting.
Masyarakat memiliki kesadaran kepedulian dan kemampuan secara bersama mencegah terjadinya hal-hal yang berpotensi menyebabkan penurunan kinerja operasi dan pemeliharaan serta keamanan bendungan Cengklik secara mandiri.
"Kami berharap agar masyarakat bahwa masyarakat tidak hanya memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga memilik jawab dan kewajiban untuk memberikan kontribusi mengelola sumber air, serta meningkatkan lingkungan," jelasnya.
Kepala Desa Canden, Jiyanto mengatakan penanaman tanaman buah di sekitar sungai ini sebagai upaya pengendalian kerusakan alam di sekitar sungai.
Baca juga: Viral Jemaah Umroh Boyolali Tersesat Selama 3 Hari di Arab Saudi, Ternyata ini Fakta Sebenarnya
Dengan begitu, saat terjadi hujan, akar pohon mampu mengingat tanah sehingga air hujan yang mengalir ke sungai tak membawa material lumpur yang bisa meningkatkan sedimentasi sungai.