Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali Terbaru

DAS Bendungan Cengklik Boyolali Ditanami Rambutan, Kelengkeng hingga Jambu, Ini Tujuan Dibaliknya

BBWSBS mengajak warga merawat Bendungan Cengklik melalui penanaman DAS dengan pohon-pohon produktif seperti rambutan, kelengkeng, alpukat dan jambu

Tribunsolo.com/Tri Widodo
Siswa MI Miftahul Ulum Canden diajak melakukan penanaman tanaman produktif di DAS yang ada di Dukuh Sukowoyo, Desa Canden, Kecamatan Sambi, Boyolali, Minggu (30/10/2022) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Daerah aliran sungai (DAS) harus dijaga kelestariannya.

Hal itu sebagai pengendalian kerusakan lahan yang berada di sekitaran sungai.

Salah satu yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dengan menggandeng pemerintah desa yang dilalui sungai untuk memanfaatkan lahan.

Seperti di Desa Canden, Kecamatan Sambi.

Baca juga: Kisah Dukuh Gobumi di Boyolali : Warga Satu Desa Menderita, Dibuat Miskin karena Teror Geng Kera

Salah satu lahan yang ada di sebelah sungai yang berhilir ke sungai Bengawan Solo di tanamani tanaman produktif.

Dengan begitu, masyarakat sekitar dapat memperoleh manfaatnya dan sedimentasi sungai dapat ditekan.

Lahan yang ditanami tanaman produktif ini ada di Dukuh Sukowoyo.

Lahan tersebut ditanami aneka tanaman buah-buahan.

Seperti Alpukat, Rambutan, kelengkeng dan Jambu.

Baca juga: Kuliner Boyolali: Bakso Buaya Darat, saat Dibuka Penuh dengan Isian Daging dan Urat

Staff Operasi Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai  Bengawan Solo (BBWSBS), Suryadi, mengatakan program mitigasi sedimentasi dan pengamanan waduk berbasis peran serta masyarakat sangat penting.

Masyarakat memiliki kesadaran kepedulian dan kemampuan secara bersama mencegah terjadinya hal-hal yang berpotensi menyebabkan penurunan kinerja operasi dan pemeliharaan serta  keamanan bendungan Cengklik secara mandiri.

"Kami berharap agar masyarakat bahwa masyarakat tidak hanya memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga memilik jawab dan kewajiban untuk memberikan kontribusi mengelola sumber air, serta meningkatkan lingkungan," jelasnya.

Kepala Desa Canden, Jiyanto mengatakan penanaman tanaman buah di sekitar sungai ini sebagai upaya pengendalian kerusakan alam di sekitar sungai.

Baca juga: Viral Jemaah Umroh Boyolali Tersesat Selama 3 Hari di Arab Saudi, Ternyata ini Fakta Sebenarnya

Dengan begitu, saat  terjadi hujan, akar pohon mampu mengingat tanah sehingga air hujan yang mengalir ke sungai tak membawa material lumpur yang bisa meningkatkan sedimentasi sungai.

"Kalau tidak ditanami, maka air yang masuk ke sungai itu juga membawa material tanah," jelasnya kepada TribunSolo.com, Minggu (30/10/2022)

Dia menyebut saat ini memang lahan di sekitar sungai baik yang berhilir ke waduk Cengklik atau langsung ke sungai Pepe masih relatif aman.

Hanya saja, upaya antisipasi kerusakan lahan musti segera dilakukan.

Baca juga: Niatnya Nyetrum Ikan di Kali Pepe, Warga Boyolali Ini Kaget Dapatnya Mayat : Jenis Kelamin Laki-laki

Mengingatkan banyaknya musibah bencana alam khususnya tanah longsor dan banjir.

"Dengan penanaman pohon diharapkan di wilayah kami tidak ada yang terjadi tanah longsor maupun banjir," katanya.

"Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan manfaatnya jika tanaman produktif ini nanti berbuah," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved