Berita Klaten Terbaru
BPBD-Damkar Klaten Gelar Simulasi Kebakaran di SLB Dharma Anak Bangsa, Beri Bekal ke Siswa Difabel
Siswa penyandang tuna rungu, grahita dan tuna ganda di SLB Dharma Anak Bangsa diajarkan bagaimana merespon andaikata kebakaran terjadi
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - BPBD Klaten bekerjasama dengan Satpol PP-Damkar Klaten menyelenggarakan simulasi bencana kebakaran di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Anak Bangsa, Desa Kurung Kecamatan Ceper, Klaten, Senin (31/10/2022).
Kegiatan itu dilakukan dalam rangkaian bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) tepat di penghujung Oktober.
Ratusan siswa tepatnya 104 orang terlibat dalam giat ini.
Mereka adalah siswa yang merupakan penyandang Tuna Rungu, Grahita dan Tuna Ganda. Pihak guru pun turut serta.
Baca juga: Revitalisasi Alun-alun Klaten Wajib Selesai Akhir Tahun, Sri Mulyani : Tahun Baru Bisa Joget Bareng
Baca juga: Kabar Baik, Pemkab Klaten Jamin Ketersediaan Darah untuk Penderita Thalasemia
Kepala Sekolah SLB Dharma Anak Bangsa Agus Istanto mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan terkait penanganan bencana kebakaran di lingkungan sekolah.
Termasuk bagi pengajar atau pendamping agar memiliki gambaran terkait penanganan saat terjadi kebakaran di sekolah.
"Agar pihak pengajar lebih mengetahui mengamankan siswa saat terjadi bencana," ujar Agus, saat ditemui TribunSolo.com, Senin (31/10/2022).
Berbagai materi terkait penanganan bencana kebakaran pun diberikan.
Termasuk dengan simulasi kebakaran langsung dipraktekkan dan diikuti segenap siswa dan guru.
Baca juga: Lomba Video Pesona dan Kearifan Lokal, Ketua DPRD : Promosi Klaten dan Wadahi Kreativitas Anak Muda
Baca juga: Kisah Mbah Warti di Klaten : Meski Sudah Senja Umurnya 77 Tahun, Masih Setia Menjual Bunga Tabur
Mereka diajarkan bagaimana melakukan evakuasi yang sesuai standar keamanan dan bagaimana melakukan pertolongan pertama saat terjadi kebakaran.
Di sisi lain, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Klaten, perangkat Desa Ceper, Kapolsek Ceper, Danramil Ceper dan perwakilan SLB se-Kabupaten Klaten.
Pihak BPBD Klaten mengungkapkan bahwa ini kali pertama pihaknya melakukan simulasi di SLB.
"Kami melihat bahwa siswa tadi saat melakukan simulasi bertanggung jawab," ujar Sri Winoto selaku Kepala Pelaksana BNPB Klaten.
Dari simulasi ini pihaknya mengakui bahwa anak disabilitas memiliki dua kali lebih tinggi resiko dibandingkan anak sehat.
Selain itu untuk akses jalur evakuasi dan akses masuk kendaraan juga menjadi acuan kedepannya bagi sekolah lainnya.
(*)