Berita Karanganyar Terbaru

Gunakan Biogas dan Pupuk Organik dari EBT, Desa Pendem Optimis Terhindar Dampak Resesi Ekonomi 2023

Desa Pendem menyongsong tahun 2023 dengan optimis dan tak takut menghadapi dampak resesi ekonomi yang dikabarkan bakal terjadi

Tribunsolo.com/Mardon Widiyanto
Salah satu kandang hewan milik warga dipasang alat pembuatan Biogas dan Pupuk Organik, di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Kamis (3/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar optimis akan terhindar dari dampak resesi ekonomi 2023 mendatang.

Pasalnya, masyarakat Desa Pendem telah menyiapkan untuk membuat energi baru alternatif, apabila nilai harga energi fosil melonjak dan subsidi dicabut.

Kades Pendem, Mardiyanto mengaku ada sekitar 75 persen lahan pertanian Desa Pendem telah menggunakan pupuk organik dari semula pupuk kimia bersubsidi.

"Kami menggunakan pupuk organik yang kami produksi secara mandiri, baik di kandang mandiri maupun komunal," kata Mardiyanto kepada TribunSolo.com, Kamis (3/11/2022).

Baca juga: Desa Pendem Karanganyar Jadi Percontohan Pembuatan EBT di Jateng,Kandang Hewan Dipasangi Alat Biogas

Mardiyanto mengatakan di Desa Pendem sudah ada 15 titik kandang komunal yang dipasang biogas.

Sehingga, kata dia, petani di Desa Pendem, tak khawatir apabila subsidi pupuk dari pemerintah sewaktu-waktu akan dicabut.

"Hasil dari biogas yang sudah terpasang untuk keperluan dapur untuk memasak, enggak lagi pakai gas, listrik juga pakai biogas, sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan subsidi energi dari pemerintah," ungkap Mardiyanto.

Mardiyanto mengatakan, dengan dijadikannya Desa Pendem sebagai desa percontohan, Pemprov Jateng memberi bantuan pembangunan empat titik fasilitas biogas.

Tiga diantaranya kandang sapi rumah tangga dan satu lokasi sentra produksi tahu.

Baca juga: Pemain Persika Karanganyar Tak Pulang Tangan Kosong, Diberi Uang Saku 50 Persen dari Gaji Bulanan

Kini, Mardiyanto menanti bantuan lanjutan 25 fasilitas biogas di tahun 2023.

"Dulu disini desa tertinggal, namun kini kami bangkit secara mandiri membuat pupuk organik dari kandang, enggak lagi tergantung pupuk urea bersubsidi, sehingga tidak takut lagi jika pemerintah mencabut subsidi pupuk ureannya," ucap Mardiyanto.

Kabid Minerba Cabang Dinas ESDM Pemprov Jateng, Agus Sugiharto mengatakan terdapat 200 lebih titik potensial pembuatan biogas dan pupuk organik di Desa Pendem.

Agus mengatakan ada sekira 29 alat pembuatan biogas dan pupuk organik di rumah-rumah warga.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved