Polisi Tembak Polisi

Ferdy Sambo Bermanuver, Akui Dia yang Bongkar Pembunuhan Brigadir J, Pengacara Eliezer Tertawa

Dalam klaim tersebut, dikatakan jika Ferdy Sambo merupakan orang yang pertama membongkar kasus pembunuhan Yosua.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Warta Kota/YULIANTO
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (19/12/2022). 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA -- Kuasa hukum Richard Eliezer, Ronny Talapessy, hanya tertawa mendengar klaim dari pihak Ferdy Sambo.

Dalam klaim tersebut, dikatakan jika Ferdy Sambo merupakan orang yang pertama membongkar kasus pembunuhan Yosua.

Ronny Talapessy menyebut klaim itu janggal.

Pasalnya, publik sudah tahu siapa yang pertama kali mengungkap kasus tersebut, termasuk mengetahui adanya alat bukti yang dirusak.

Baca juga: Putri Candrawathi Bohong soal Dilecehkan Brigadir J, Ikuti Skenario Ferdy Sambo karena Takut

“Kami ketawa saja (mendengar klaim Sambo), publik sudah tahu, butuh waktu satu bulan sejak 8 Juli 2022 perkara ini terbuka, seperti yang kita lihat alat bukti dirusak, saksi diintimidasi,” ujar Ronny, Sabtu (31/12/2022).

Dia pun mengatakan, kasus pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J terkuak setelah kliennya membuat pengakuan pada 6 Agustus 2022.

Richard Eliezer saat itu sempat menulis di selembar kertas soal tidak benar ada tembak-menambak dan ditindaklanjuti dengan berita acara pemeriksaan (BAP).

Klaim yang disampaikan oleh anggota tim kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis tersebut, diyakini oleh Ronny Talapessy tidak akan memengaruhi majelis hakim.

Baca juga: Analisa Ahli Psikologi : Ferdy Sambo Punya Kecerdasan di Atas Rata-rata, Imajinasinya Tinggi

Lantaran menurut Ronny, sejak awal hakim sudah mengatakan Eliezer yang membuka kotak pandora dalam kasus pembunuhan Yosua.

Ronny juga menekankan fokus kepada pembelaan Eliezer dan tidak ingin menyerang siapa pun karena posisi kliennya kooperatif.

“Jadi dalam menyusun pembelaan sesuai fakta saja,” ucapnya.

Mengenai komentar yang menanyakan kenapa Richard menembak di dada dan bukan tembak di kaki, Ronny justru membalikkan posisi itu.

“Coba saja dia ada di posisi itu (Eliezer),” tuturnya.

Baca juga: Ferdy Sambo Merasa Tidak Menyiksa Yosua, Martin Simanjuntak Geram: Menembak 7 Kali Bukan Penyiksaan?

Diberitakan Kompas.tv, Arman Hanis sempat menyebut jika Ferdy Sambo merupakan orang yang pertama kali membuka kasus tersebut.

“Tanggal delapan, Pak Ferdy Sambo akhirnya mengakui seluruh atau menjelaskan secara jujur ya apa yang terjadi dan skenario yang disampaikan.”

Sumber: Kompas TV
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved