Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Tribun Solo Wiki

Biodata Arga Dwi Setyawan, Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2023 : Ingin Buat Sudiroprajan Kampung Wisata

Arga Dwi Setyawan saat ini mendapat tanggung jawab sebagai Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2023. 

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Naufal Hanif Putra Aji
TribunSolo/Adi Surya
Arga Dwi Setyawan, sosok yang kini dipercaya sebagai Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2023. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Arga Dwi Setyawan saat ini mendapat tanggung jawab sebagai Ketua Panitia Grebeg Sudiro 2023. 

Itu menjadi edisi keduanya mengemban tanggung jawab tersebut.

Baca juga: Biodata Prof Sutoyo, Rektor Baru UNISRI:Mencanangkan Berbagai Kebijakan Saat Masih Jadi Wakil Rektor

Dia pertama kali menjadi ketua panitia pada edisi 2020. 

Nah, seperti apa perjalanan karier Arga Dwi Setyawan

Arga lahir di Solo 22 Mei 1989. Buah hati dari pasangan wirausaha Agus Joko dan Riri Widiastuti. Merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. 

Pria yang punya hobi bulutangkis itu sempat mengenyam pendidikan di SD Kanisius Sorogenen dan SMP Negeri 3 Kota Solo

Setelah itu, dia melanjutkan ke STM 1 atau yang sekarang menjadi SMK Negeri 2 Kota Solo

Pendidikan di STM 1 membuat Arga bisa bekerja di sebuah pabrik otomotif kawasan Bekasi. 

Itu dilakukannya selama beberapa tahun sebelum akhirnya orang tua memintanya kembali ke Solo

Arga kemudian menempuh pendidikan di Universitas Surakarta (UNSA).

"Kembali ke Solo kemudian kuliah sekaligus bantu mengembangkan usaha orang tua, sampai akhirnya memutuskan aktif di kegiatan," ucap Arga kepada TribunSolo.com. 

Baca juga: Biodata Respati Achmad Ardianto : Calon Ketum BPC Hipmi Solo, Masih Muda Jadi Direktur 3 Perusahaan

Grebeg Sudiro kemudian menjadi salah kegiatan yang diikutinya dan tak lupa tetap bagi waktu membantu orang tua mengemban usaha. 

Saat itu, Arga masih mengawali dari bawah, tepatnya tahun 2018. Arga secara perlahan kemudian mendapat kepercayaan lebih. 

Arga lalu menjadi LO Karnaval Grebeg Sudiro pada tahun 2019. Itu membuat Arga mendapat cerita berharga. 

"Waktu karnaval mengatur barisan karnaval, jadi kondisi waktu itu panas terik di tahun 2019 langsung berubah jadi hujan," tutur dia. 

Arga melihat meski hujan pun, peserta karnaval tetap coba tampil maksimal selama acara tersebut berlangsung. 

 "Semangat para peserta luar biasa. Itu jadi penyemangat, orang luar (Sudiroprajan) sangat antusias, masak kita sebagai warga Sudiroprajan tidak," ucapnya.

Itu memacunya untuk coba mengemas Grebeg Sudiro menjadi lebih baik dan menarik.

Benar saja, Arga kemudian diplot menjadi Ketua Panitia Grebeg Sudiro tahun 2020 dan 2023. 

Selain menjadi bagian dari Grebeg Sudiro, Arga juga sempat ikut serta dalam kepanitiaan Mural Competition Kali Pepe 2019. 

Kompetisi itu mengajak peserta untuk membuat mural dengan pesan kebhinekaan. 

Arga memiliki keinginan untuk Sudiroprajan menjadi salah satu kampung wisata di Kota Solo

Itu mengingat potensi kultur, sosial, dan lingkungannya yang unik. Ya kawasan Sudiroprajan ditinggali masyarakat yang multi-etnis. 

Selain itu, Sudiroprajan juga memiliki potensi perahu wisata susur aliran sungai Kali Pepe.  

"Kami coba bangun biar (perahu wisata) bisa setiap Minggu, Pokdarwis mengusahakan agar bisa jadi wisata berkala," ujar dia. 

"Itu tentu perlu dukungan semua pihak, termasuk dinas dan keaktifan dari masyarakat Sudiroprajan," tambahnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved