Pemilu 2024

DPC PDI Perjuangan Wonogiri Dukung Penuh Sistem Pemilu Proporsional Tertutup, Ini Alasan Dibaliknya

Para calon legislatif dinilai tidak melalui proses kaderisasi dan internalisasi partai yang cukup jika menggunakan sistem proporsional terbuka.

Tribunsolo.com/Erlangga Bima Sakti
Ketua DPC PDIP Wonogiri, Joko Sutopo saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (12/1/2023) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Wonogiri mendukung penuh penerapan sistem proporsional tertutup atau sistem coblos partai dalam Pemilu 2024 mendatang.

Ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan sistem proporsional terbuka akan menciptakan liberalisasi demokrasi.

Menurut pria yang akrab dengan sapaan Jekek itu, para calon legislatif tidak melalui proses kaderisasi dan internalisasi partai yang cukup jika menggunakan sistem proporsional terbuka.

"Perekrutan anggota baru berapa tahun atau berapa bulan, apakah sudah layak disebut kader partai? Kalau seperti itu, berarti masyarakat mendapatkan pilihan yang tidak pas," kata dia, kepada TribunSolo.com, Kamis (12/1/2023).

Baca juga: DICARI : 588 Orang Jadi Panwaslu Wonogiri untuk Pemilu 2024, Pendaftaran Dibuka 14-19 Januari

Jekek menilai, bisa saja kader-kader partai yang direkrut secara mendadak itu tidak mengetahui visi-misi partai bahkan gambar partainya sendiri.

Selain itu, perekrutan caleg dalam sistem proporsional terbuka dilihatnya lebih mengutamakan orang-orang yang mampu secara finansial saja.

Sehingga bisa saja caleg yang tidak mampu secara finansial namum memiliki potensi, tak bakal direkrut oleh sebuah partai politik peserta Pemilu.

"Yang tidak siap finansial nggak akan bisa mengikuti kontestasinya karena pemilihannya by name, bukan partai," jelasnya.

Jekek mengatakan dengan sistem proporsional terbuka, caleg tidak mengedukasi masyarakat terkait ideologi dan visi-misi partai, melainkan hanya mengkampanyekan dirinya saja.

Baca juga: Ada Temuan Antraks Jangkiti Warga Wonogiri, Bupati Jekek Belum Ambil Langkah Pembatasan Niaga Ternak

"Kalau seperti ini, yang dimaksud demokrasi itu yang mana? Dalam demokrasi, kontestan Pemilu itu partai politik, bukan pribadinya," imbuh Jekek.

Atas dasar itu, pihaknya mendukung penuh sistem proporsional tertutup dalam Pemilu. Sebab, hanya kader yang telah melalui sejumlah tahapan internalisasi partai yang dapat dicalonkan.

Hal itu menurut dia sejalan dengan fungsi parpol yang salah satunya adalah kaderisasi serta memperjuangkan visi-misi yang menjadi cita-cita bangsa.

"Tujuan Parpol memperoleh kekuasaan secara konstitusional, maka yang dipersiapkan adalah proses internalisasi dan kaderisasi," tandas dia.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved