Berita Solo Terbaru

Demi Tingkatkan Waktu Menginap Wisatawan, Pemkot Solo Berniat Perbanyak Atraksi di Malam Hari 

Pada tahun 2022 lalu rata-rata menginap wisatawan mancanegara di angka 2,51 hari. Sedangkan wisatawan domestik di angka 1,35 hari.

Tribunsolo.com/Ahmad Syarifudin
Penampilan Ketoprak Balekambang saat malam tahun baru di depan Graha Wisata Niaga. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota Solo saat ini sedang banyak menginisiasi berbagai macam atraksi di waktu malam hari dalam rangka meningkatkan length of stay (lama menginap) di Kota Solo.

Dengan demikian, akan ada banyak alasan wisatawan untuk menginap dan menghabiskan uang di Kota Solo.

Pada tahun 2022 lalu rata-rata menginap wisatawan mancanegara di angka 2,51 hari.

Sedangkan wisatawan domestik di angka 1,35 hari.

Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Disbudpar Kota Solo Gembong Hadi Wibowo menjelaskan, saat ini geliat atraksi malam telah mulai nampak.

Baca juga: Gegara Miss Komunikasi, Pertemuan Pemilik Kepatihan Mangkunegaran dan Dinas Solo Batal Hari Ini

Salah satunya Ngarsopuro Night Market yang kini mulai menempati koridor Ngarsopuro dengan nuansa baru.

"Teman-teman komunitas sudah mulai mengadakan kegiatan," terangnya, kepada TribunSolo.com, Senin (16/1/2023).

Seperti Solo Art Market yang beberapa kali diadakan malam hari.

Ada pula Uyon-Uyon Gamelan Gadhon yang diadakan di Punthuk Segaran Sriwedari.

"Baru launching malam minggu kemarin (Sabtu 14 Januari 2023)," jelasnya.

Lalu ada Wayang Orang Sriwedari dan Ketoprak Balekambang yang saat ini pentas rutin di Graha Wisata Niaga.

Baca juga: Gibran Sebut Ada Investor Hotel Berbintang Lirik Solo, Buntut Banyak Event Besar

Sebab, Taman Balekambang saat ini masih proses pembangunan.

Meskipun demikian, Humas Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sistho A. Sreshtho berpendapat atraksi malam masih sangat kurang.

Ada beberapa potensi namun masih belum dikembangkan secara optimal.

"Atraksi seperti kegiatan Sriwedari, Mangkunegaran, harus kita akui atraksi di waktu malam masih kurang. Tidak seperti Bali dan Yogyakarta," jelasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved