Berita Wonogiri Terbaru

Telan Rp 10 Miliar, Revitalisasi Pasar Krisak dan Pasar Ngadirojo Tunggu Perangkat Pendukung Clear

revitalisasi dua pasar tradisional di Wonogiri yang memakan anggaran Rp 10 Miliar belum dimulai. Masih menunggu beberapa perangkat pendukung.

Tayang:
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Pasar Ngadirojo yang akan direvitalisasi tahun ini. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Dua pasar tradisional di Wonogiri akan direvitalisasi pada tahun ini.

Pemkab Wonogiri menyiapkan perangkat pendukung sebelum revitalisasi itu dimulai.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Wonogiri, Wahyu Widayati mengatakan, pihaknya saat ini sedang dalam pengkajian ulang detail engineering design (DED).

"DED sebenarnya sudah ada, tapi kita perlu penyesuaian harga," kata dia, kepada TribunSolo.com, Rabu (18/1/2023).

Wahyu menjelaskan, revitalisasi Pasar Ngadirojo tidak langsung dikerjakan secara keseluruhan. Pasalnya perlu penyesuaian dengan anggaran yakni sebesar Rp 5 miliar, sehingga perlu pengerjaan bertahap.

Kedua pasar itu, kata dia, dipastikan akan tetap satu lantai. Menurut dia, masyarakat lebih suka jika pasar tradisional atau pasar rakyat itu satu lantai, daripada dua lantai.

"Masyarakat kita dan pembeli masih suka (berbelanja) di bawah," jelasnya.

Soal tanggal pengerjaan, Wahyu mengatakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan segala perangkat pendukung dalam revitalisasi pasar tradisional itu.

Misalnya administrasi serta DED-nya, pihaknya juga akan berkoordinasi terkait UKL-UPL (upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan hidup) termasuk dengan Andalalin dengan pihak-pihak terkait.

Baca juga: Telan Rp 10 Miliar, Pasar Krisak dan Ngadirojo Bakal Direvitalisasi Tahun Ini

"Dalam pembangunan harus memperhatikan keselamatan, jadi harus ada penyesunan Andalalin. Kalau perangkat itu sudah selesai baru kita lelang fisiknya," jelasnya.

Wahyu menambahkan, diharapkan seluruh proses tersebut dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

"Kalau Pasar Ngadirojo, pemindahan kita manfaatkan ruang yang kosong seperti halaman sebelah timurnya itu. Kalau Krisak kita masih koordinasi dengan pejabat di daerah dimana yang pas, ini belum final," pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek mengatakan pihaknya menganggarkan Rp 10 miliar untuk revitalisasi dua pasar tradisional di Wonogiri pada tahun 2023 ini.

Jekek mengatakan pasar menggambarkan pusat ekonomi berbasis kerakyatan. Di pasar tradisional, produk-produk seperti hasil panen masyarakat bertemu untuk diperjual belikan.

Tujuan dari revitalisasi itu, kata dia, yakni upaya pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur ekonomi. Agar daya dan fungsi pasar tradisional menjadi lebih optimal. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved