Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Wonogiri Terbaru

Peserta Seleksi PPS di Wonogiri Mengeluh, Rekrutmen Dianggap Tak Transparan Gegara Tak Umumkan Nilai

Salah satu peserta seleksi PPS mengaku bisa melanjutkan ke tahap wawancara namun tak mengetahui hasil dari tes tertulisnya.Hal ini menjadi tanda tanya

TribunSolo.com/Erlangga Bima
Ilustrasi KPU Wonogiri 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Sejumlah peserta seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilu 2024 di Wonogiri menilai proses rekrutmen tak transparan, sehingga menimbulkan pertanyaan besar.

Salah satu peserta seleksi PPS asal Puhpelem yang enggan disebut namanya menyebut seharusnya pengumuman hasil seleksi itu juga dipaparkan.

Seperti berapa nilai peserta dalam tes tertulis maupun wawancara.

"Tapi ini nilainya tidak disebutkan sama sekali," kata dia, kepada TribunSolo.com, Senin (23/1/2023).

Setelah tes tertulis, ia mendapat informasi bahwa bisa melanjutkan ke tahap wawancara, namun hasil tes tulisnya tidak diketahuinya.

Menurut dia, pengumuman hasil tes diharapkan bisa lebih transparan.

Baca juga: Pendaftaran PPS Pemilu 2024 Diperpanjang hingga 30 Desember, KPU Karanganyar: Perubahan dari Pusat

Caranya dengan menampilkan nilai tes tertulis dan wawancara yang sudah dilalui peserta.

"Kalau begini kan mikirnya ada permainan. Kalau bisa setransparan mungkin, jadi kita juga bisa mengetahui nilai saat tes," ujarnya.

Peserta seleksi lain dari Kecamatan Selogiri, yang juga enggan disebutkan identitasnya juga mengeluhkan soal transparansi nilai hasil seleksi.

Dia mengaku tak mengetahui nilai tesnya, baik tertulis maupun wawancara.

Menurutnya seharusnya ada penjelasan berapa soal yang dijawab benar maupun salah.

"Kalau tahu nilainya kan lebih jelas. Misal nilainya dicantumkan kan lebih bisa diterima," kata dia.

Baca juga: DICARI : 801 Orang untuk Jadi PPS Pemilu 2024 di Boyolali, Honor Tembus Rp 20 Juta

Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun, di salah satu desa di Kecamatan Giriwoyo disinyalir ada kejanggalan soal seleksi PPS.

Di sana ada salah satu PPS mundur, sementara semua calon PPS cadangan, awalnya tak mau menggantikan.

Namun akhirnya ada yang bersedia menggantkan anggota PPS yang mundur itu.

Sumber itu mencontohkan, pada tahun 2020 lalu, saat perekrutan PPS untuk Pilkada nilai peserta tes diumumkan, sehingga ini menjadi hal yang menimbulkan tanda tanya.

"Kalau kabupaten lain seperti Sukoharjo nilainya dimunculkan, kok Wonogiri tidak," kata dia.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved