Berita Wonogiri Terbaru

Mengherankan! Ratusan Anak Putus Sekolah di Wonogiri, Padahal Sekolah Gratis, Ternyata Ini Sebabmya

Bupati Wonogiri Joko Sutopo meminta agar Disdikbud Wonogiri melakukan upaya asesmen, pendampingan serta deteksi dini terkait hal itu

Tribunsolo.com/Erlangga Bima Sakti
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (12/1/2023) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menyebut saat ini ada ratusan anak di Wonogiri dalam kondisi putus sekolah.

Pihaknya menyiapkan solusi salah satu penyebab kemiskinan itu.

Dia meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri melakukan upaya asesmen, pendampingan serta deteksi dini terkait permasalahan tersebut.

"Ada 581 anak putus sekolah, ini harus kita kejar. Solusinya adalah mengikuti pendidikan kesetaraan sesuai dengan jenjang mereka," kata dia, kepada TribunSolo.com, Selasa (31/1/2023).

Bupati menjelaskan 581 anak yang putus sekolah tercatat pada tahun ajaran 2021/2022 yang mana berada di jenjang SD maupun SMP.

Baca juga: Marak Modus Baru Penipuan via Undangan Nikah, Penyedia Jasa Undangan Digital di Wonogiri Pun Resah

Jekek, begitu juga dia disapa, mengatakan jangan sampai pembiayaan menjadi penyebab utama ratusan anak itu putus sekolah.

Sebab saat ini pemerintah menggratiskan pendidikan.

Dia menilai jika seorang anak putus sekolah karena faktor ekonomi, itu menjadi kesalahan besar pemerintah karena tak hadir.

"Tapi kalau ada faktor penyebab khusus, itu sebuah catatan bagi Pemerintah Kabupaten. Putus sekolah adalah memperpanjang mata rantai kemiskinan," jelasnya.

Baca juga: Soal Ratusan Sekolah di Wonogiri yang Rusak, Bupati Jekek : Intervensi Bakal Berdasarkan Data

Menurutnya, pemerintah saat ini terus mencari apa yang menjadi faktor penyebab ratusan anak itu tak melanjutkan pendidikan.

Jekek menyebut, alasan ekonomi bukan menjadi penyebab utama banyaknya angka putus sekolah di Wonogiri, melainkan pergeseran perilaku sosial.

Itu berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya.

"Dampak (pergeseran perilaku sosial) luar biasa, tadi kita sampaikan ada pernikahan dini juga. Anak putus sekolah itu pastinya tersebar di beberapa Kecamatan," kata Jekek.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved