Berita Klaten Terbaru
Empat Kecamatan di Klaten Terdampak Cuaca Ekstrem, Rumah hingga Motor Rusak
Kejadian bencana alam di Klaten terjadi di empat Kecamatan. Akibatnya rumah roboh hingga motor rusak tertimpa reruntuhan.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Selain kejadian di Desa Gemblengan, Kalikotes, setidaknya ada 3 Kecamatan dan 3 Desa lain yang terdampak bencana hidrometeorologi di Klaten, Senin (27/2/2023).
Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono mengatakan, setidaknya 4 Desa di 4 Kecamatan di Klaten terdampak bencana pada Minggu (26/2/2023).
"Bencana terjadi setelah hujan deras kemarin," ujar Nur saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Senin (27/2/2023).
Di Dukuh Kalinampu, Desa Dukuh, Kecamatan Bayat terjadi pohon Akasia tumbang dan menimpa jaringan instalasi (kabel) PLN.
Pohon berukuran 40 cm tersebut sudah di asessment TRC BPBD dan relawan dengan melakukan pemotongan.
"Akibatnya jaringan PLN sempat terputus, dan sudah berkordinasi dengan pihak PLN setempat untuk penanganan jaringan," ucapnya.
Di Dukuh Tanjungrejo, Desa Kiringan, Kecamatan Tulung, akibat hujan deras, rumah milik Saryono (53) mengalami roboh sebagian.
Tercatat kerusakan material yang dialami Saryono total ditaksir mencapai Rp9,7 juta.
Baca juga: Petaka Cuaca Ekstrem di Klaten : Rumah Roboh, Pohon Tumbang Hingga Banjir Limpasan di 4 Desa
"Taksiran tersebut Rp8 Juta untuk bangunan rumah yang rusak dan sepeda motor Honda Supra Rp1,7 juta," ujar Nur.
Selain kerusakan akibat cuaca ekstrem, di Kecamatan Trucuk, tepatnya Desa Planggu terdapat 2 Dukuh terdampak banjir limpasan.
Di Dukuh Tugu Karanganyar, jalan penghubung Desa Planggu Gaden terendam air dengan ketinggian 30-40 cm.
Sementara, di Dukuh Tegalan, air juga menggenangi jalan pemukiman dengan ketinggian 40 cm dan lahan persawahan yang sedang ditanami padi juga terendam seluas 3 hektare.
Salah satu warga Sri Yani (60) bersama keluarga mengungsi ke rumah tetangga karena ketinggian air bagian depan kurang lebih 50 cm, bagian teras 30 cm, dan dalam rumah 20 cm, sementara bagian barat rumah 130 cm.
"Ketinggian air bisa tinggi lagi ketika debit air Kali Dengkeng naik, maka ia bersama keluarga mengungsi ke rumah tetangga hingga air surut," ucapnya.
Pihak BPBD Klaten juga mengimbau warga masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah maupun di dalam rumah pada saat hujan dan angin.
"Pihak kami juga mengimbau untuk mewaspadai tanda-tanda alam maupun non alam saat terjadinya bencana, agar dapat meminimalisir korban akibat bencana," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-bencana-alam-akibat-cuaca-ekstrem-di-Wonogiri.jpg)