Berita Boyolali Terbaru
Tak Hanya Jalur SSB Boyolali, Jembatan di Lanjaran Tamansari dan Jalan di Kembang Juga Alami Longsor
Jembatan penghubung wilayah di lereng timur Merapi ambrol karena guyuran hujan tak henti-hentinya.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Jembatan penghubung wilayah di lereng timur Merapi ambrol karena guyuran hujan tak henti-hentinya.
Jembatan yang ada di Dukuh/Desa Lanjaran, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali itu ambrol pada Rabu malam (1/3/2023).
Kepala Desa Lanjaran, Tarso jembatan itu ambrol akibat terkikisnya pondasi jembatan.
Pondasi jembatan itu terkikis akibat curah hujan yang tinggi dari siang sampai malam hari.
"Sisi jembatan ambrol dengan panjang 8 meter dan lebar 1,5 meter," jelasnya Kepada TribunSolo.com, Kamis (2/3/2023).
Akibatnya, jembatan itu tak bisa dilalui kendaraan roda empat.
Kendaraan roda dua dan pejalan kaki pun harus berhati-hati saat melintas.
"Jembatan itu menghubungkan Desa Lanjaran ke Desa Mriyan dan Sangup. Warga Mriyan, Ngaliyan lewatnya ya sini," jelas dia.
Baca juga: Update Kasus Pembunuhan Siswi SMP Open BO di Sukoharjo, Kejari : Berkas Belum Dinyatakan Lengkap
Baca juga: Kronologi Bahu Jalan Solo-Selo-Borobudur Longsor : Terkikis Air Hujan Sejak Kemarin Siang
Dia mengaku jika jembatan ini sudah lama, dibangun sekitar tahun 1970-an lalu.
Warga bersama anggota Koramil dan Trantip Kecamatan Tamansari kerja bakti.
Warga mengarahkan air hujan di jalan agar tak mengalir langsung ke jembatan.
Di lokasi longsor juga dipasang pagar bambu, agar warga tak terperosok ke jurang.
Supervisor TRC BPBD Boyolali, Rima Kusuma Prasetyaningrum, mengatakan selain jembatan di Desa Lanjaran ambrol, tanah longsor juga terjadi di jalur Cepogo - Jeruk, Selo.
"Akibat longsor yang terjadi di wilayah lereng Gunung Merbabu akses jalan tertutup sebagian," ujarnya.
Tanah longsor juga terjadi di Dukuh Kembang, Desa Canden, Kecamatan Sambi.
Talut jalan di dukuh tersebut longsor dan memakan sebagian badan jalan.
Jalan tersebut longsor ke jurang di sampingnya.
"Di jalan itu dipasang rambu peringatan dan mengarahkan warga beraktivitas lewat jalan lain," pungkas Rima. (*)
Kasus DBD di Boyolali Tembus 188 Kasus per Maret 2024, Kecamatan Karanggede Paling Banyak |
![]() |
---|
Hati-hati, Berkendara di Jalan Solo-Semarang Lebih dari 80 KM per Jam, Bakal Kena Jepret Kamera ETLE |
![]() |
---|
Warga Winong Boyolali Diteror Bau Busuk, Biang Keroknya dari Kolam Limbah TernakĀ |
![]() |
---|
Pekerjaan Tol Solo-Jogja Masih Dikebut, Jalan Fungsional Saat Mudik Lebaran Bakal Lebih Panjang? |
![]() |
---|
Gadis Asal Solo Diterima Kuliah di 10 Universitas Luar Negeri, Persiapannya Hanya Dilakukan Setahun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.