Berita Boyolali Terbaru
Hujan Abu Buat Peternak Sulit Cari Pakan Hijauan Segar, Disnakkan Boyolali Bakal Carikan Solusi
Tanaman rumput hijau yang tumbuh subur baik di ladang, pematang maupun tebing itu memutih akibat abu vulkanik.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Masyarakat di lereng Merapi yang terdampak hujan abu Merapi tak hanya bermata pencaharian sebagai petani, mayoritas juga memelihara hewan ternak.
Hewan ternak sapi menjadi andalan warga di tiga desa di Selo yang diguyur abu vulkanik.
Tiga desa yang terdampak antara lain Desa Jrakah, Klakah dan Tlogolele, Kecamatan Selo.
Dampaknya, warga kesulitan mendapatkan pakan hijauan yang layak untuk dikonsumsi hewan ternak ini.
Tanaman rumput hijau yang tumbuh subur baik di ladang, pematang maupun tebing itu nampak memutih akibat abu vulkanik.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali, Lusia Dyah Suciati menyebut pakan hijauan yang terkena abu tak layak untuk dikonsumsi hewan ternak.
Baca juga: Cara Peternak Boyolali Bersihkan Pakan Rumput dari Hujan Abu Gunung Merapi, Dikebut Dulu
Baca juga: Terdampak Hujan Abu, Warga Boyolali Masih Beraktivitas di Ladang, Pakai Masker
"Kondisi seperti ini, ya jelas hijauan pakan ternaknya tidak bisa digunakan," jelas Lusia kepada TribunSolo.com, Senin (13/3/2023).
Pihaknya masih melakukan identifikasi jumlah peternak yang terdampak abu ini.
Selanjutnya, akan dicarikan solusi terkait masalah hijauan pakan ternak ini.
"Ya kita akan koordinasikan dengan kementerian dan provinsi. Pokoknya harus bisa support," jelasnya.
Karena memang, saat ini masyarakat kesulitan mendapatkan pakan hijauan segar.
Kondisi ini tak bisa dibiarkan.
"Kalau kayak gini, dia (peternak) dapat pakan dari mana?" pungkasnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.