Berita Boyolali Terbaru

Petani Tlogolele Merugi Terdampak Hujan Abu, 5 Hektare Bunga Kol Siap Panen Tak Selamat

Sebanyak 5 hektare tanaman sayur kol gagal panen. Itu karena terdampak guyuran abu merapi. Petani hanya pasrah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Penampakan bunga kol di ladang warga Dukuh Tlogomulyo, Desa Tlogolele, kecamatan Selo yang terpapar debu vulkanik, Senin (13/3/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Erupsi gunung Merapi memang tak berdampak bagi aktivitas warga.

Warga di tiga desa yakni Jrakah, Klakah dan Tlogolele, kecamatan Selo terdampak hujan abu vulkanik, Sabtu (11/3/2023).

Meski begitu, warga masih tetap beraktivitas seperti biasa.

Hanya saja, abu vulkanik ini sangat berdampak bagi perekonomian warga Tlogolele.

Lahan pertanian di lereng barat laut Merapi itu seluruhnya terpapar hujan abu vulkanik.

Akibatnya, 5 hektare tanaman sayur kol gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali, Bambang Jiyanto menyebut  tanaman sayur kol ini tak bisa diselamatkan.

Meskipun debu yang turun mengenai tanaman ini memang tak berbahaya bagi tanaman.

Abu vulkanik turun dalam kondisi dingin.

Baca juga: Ganjar Bakal Kunjungi Wilayah Terdampak Erupsi Merapi, Sebut Pemprov Sudah Kirim Bantuan

Sehingga meskipun tanaman  terkena abu ini tetap bisa tumbuh.

Hanya saja, khusus bunga kol yang terpapar debu tak bisa dibersihkan sama sekali.

"Kalau (sayuran) Kobis, sawi itu masih bisa dicuci," jelasnya kepada TribunSolo.com usai melakukan asesmen pertanian yang terdampak hujan abu di Desa Tlogolele, kecamatan Selo, Senin (13/3/2023).

Dia menyebut 5 hektar tanaman sayur kol di Desa Tlogolele gagal panen.

Bunga kol yang siap panen yang terpapar debu vulkanik Merapi.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved