Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Klaten Terbaru

Balita di Klaten Diduga Dicabuli Kakaknya, Terungkap Saat Korban Cerita ke Sang Ayah

Karno sendiri tahu kejadian tersebut setelah anaknya menceritakan kalau alat vital miliknya mengeluarkan darah.

TribunSolo.com/z
Ezi Sukarno (70) orang tua korban PS (3), ia kembali mendatangi Polres untuk menanyakan kembali kasus yang menimpa putrinya. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kasus seorang kakak yang tega mencabuli adik di Desa Tulas, Kecamatan Karangdowo, Klaten, saat ini masih diproses pihak kepolisian, Selasa (4/4/2023).

KBO Satreskrim Polres Klaten, Iptu Umar Mustofa mengatakan kasus tersebut sudah dilaporkan sejak 2022 silam.

"Tepatnya pada bulan Agustus," ujar Umar kepada TribunSolo.com, Selasa (4/4/2023).

Hingga saat ini, pihak kepolisian mengatakan kasus tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan.

Tiga saksi sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

"Yang didata sudah ada 3 orang saksi, ibu korban, korban, dan pelaku sudah dimintai keterangan," ungkapnya.

Dari keterangan ibu korban, ia tidak melihat langsung kejadian tersebut.

Sementara korban tidak merasa dilecehkan.

"Kemungkinan karena korban usianya masih anak sehingga tidak merasa," ucapnya.

Dan pelaku sendiri dalam keterangannya tidak mengakui perbuatan tersebut.

Sementara itu ayah korban, Ezi Sukarno (70) hari ini mendatangi Mapolres Klaten untuk mempertanyakan kelanjutan laporan yang dirinya buat 7 bulan lalu.

Pasalnya hingga kini menurut Sukarno belum ada proses lagi dalam kasus tersebut.

Baca juga: Balita di Klaten Diduga Dicabuli Kakaknya, Sudah Lapor Tujuh Bulan, Kasus Belum Kelar

Sukarno sendiri merupakan ayah dari PS (3), korban pencabulan yang dilakukan kakak korban yang beda ayah, yakni A (16).

Karno sendiri tahu kejadian tersebut setelah anaknya menceritakan kalau alat vital miliknya mengeluarkan darah.

"Oleh ibunya diberi alasan kalau hal tersebut terjadi karena radang kena popok," jelasnya.

Sukarno yang tidak ingin berdebat lalu di hari lain mencoba bertanya kembali ke anaknya.

"Saya coba tanya lagi kenapa berdarah, dijawab kalau karena dimasukkan jari oleh A," kata Karno.

Sukarno lalu segera memeriksakan anaknya ke RSUD Bagas Waras Klaten untuk dilakukan cek oleh dokter kelamin, dokter genekolo, dan dokter anak.

"Sama dokter anak juga disarankan untuk melapor ke polisi," kata Karno.

Ia lalu melaporkan kejadian tersebut pada Agustus2022 ke Polres Klaten.

"Setelah membuat laporan tertulis, lalu diajukan surat untuk visum," ungkapnya.

Hasil visum didapati kalau PS mendapat luka robekan di kelamin miliknya.

Sukarno berharap kalau kakak yang juga pelaku tersebut bisa dilakukan proses hukum lebih lanjut.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved