Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Karanganyar Terbaru

Kisah Remaja di Karanganyar, Nabung 2 Bulan Buat Beli Knalpot Brong, Kini Dimusnahkan Polisi

Sekedar informasi, pemusnahan knalpot brong itu dilakukan dengan cara dipotong menggunakan mesin pemotong.

TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
Pelanggar knalpot brong, Rahmad Febrianto (17) memusnahkan knalpot brong yang dibeli dari hasil tabungan selama dua bulan, di Mapolres Karanganyar, Rabu (5/4/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Biasanya kita menabung untuk membeli barang yang diinginkan.

Tapi bagaimana rasanya jika kita sudah menabung dua bulan lamanya, akhirnya barang yang kita inginkan justru dimusnahkan?

Itulah yang terjadi pada Rahmad Febrianto (17), remaja asal Karanganyar.

Dia menabung untuk membeli knalpot brong di media sosial Facebook.

"Saya belinya, di akhir tahun, beli di Facebook," ucap Rahmad kepada TribunSolo.com, Rabu (5/4/2023).

Apesnya, knalpot brong seharga Rp500 ribu itu pada akhirnya disita dan dimusnahkan kepolisian Karanganyar.

Itu setelah Rahmad Febrianto terjaring dalam operasi di Lalung pekan lalu.

Baca juga: Tiga ASN di Karanganyar Terlibat Politik Praktis, Bawaslu Sebut Bakal Dapat Sanksi Moral

Baca juga: 422 Jiwa Dicoret dari DPT Karanganyar, Terdiri dari Santri & Napi, KPU : Bakal Dimasukkan TPS Khusus

Knalpot brong yang dipasang di motor bebeknya akhirnya dilepas dan disita.

"Saya pasang ini, karena Ikut-ikut teman, saya beli ini pakai tabungan saya selama dua bulan," ungkap Rahmad.

Sekedar informasi, pemusnahan knalpot brong itu dilakukan dengan cara dipotong menggunakan mesin pemotong.

Proses pemusnahan itu disaksikan Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, Kepala Dishub dan Kepala Disdagperinaker Karanganyar, di Mapolres Karanganyar, Rabu (5/4/2023) siang.

Pihak kepolisian juga mendatangkan pelanggar untuk dapat melihat knalpot brongnya yang disita dimusnahkan.

Pemusnahan knalpot brong pertama dilakukan Kapolres Karanganyar AKBP Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, kemudian disusul Kadishub Karanganyar, Sri Suboko dan Kadisdagperin Karanganyar, Martadi.

Selain itu, pelanggar tersebut juga diminta untuk memotong knalpot brong di sana dengan mesin pemotong besi.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved