Berita Sragen
Nasib Ratusan Pekerja di Sragen, Sering Diliburkan, Kini Perusahaan Tak Mampu Bayar THR Penuh
Karyawan di perusahaan tekstil kawasan tekstil merana, mereka terancam tidak menerima THR secara penuh. Sebab, perusahaan dalam kondisi tak baik.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Ratusan pekerja di salah satu pabrik tekstil yang berada di Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen tengah merana jelang lebaran.
Pasalnya, nasib mereka terkatung-katung karena perusahaan sedang mengalami krisis.
Ketua DPC SBSI 1992 Sragen, Joko Supriyanto mengatakan sejak pandemi covid-19, sudah banyak karyawan yang diliburkan.
Dalam satu bulan, mereka hanya masuk kerja selama 5-15 hari saja.
Kondisi tersebut berlangsung dalam 6 bulan terakhir.
Karena sering diliburkan, perusahaan pun tak membayar upah mereka secara penuh.
Menurut Joko, ada sekitar 600 sampai 700 pekerja yang mengalami hal tersebut.
Dan kini masalah baru terjadi, dimana para pekerja terancam tidak mendapatkan hak THR-nya secara penuh.
"Jadi perhitungan THR oleh pengusaha tidak sesuai dengan SE nomor M/2/HK.04.00/III/2023, besaran THR dihitung berdasarkan prosentase jumlah masuk kerja dalam 1 tahun terakhir ini," ujarnya saat dihubungi TribunSolo.com, Jumat (14/4/2023).
Baca juga: Viral Kepala BNN Tasikmalaya Iwan Kurniawan Hasyim Minta THR, Padahal Kekayaannya Tembus Rp 2,8 M
Lanjutnya, perusahaan menghitung besaran THR dengan menggunakan perhitungan gaji satu bulan dibagi 365 hari dikali jumlah hadir masuk kerja dalam 1 tahun.
Sedangkan, dengan kondisi sering diliburkannya pekerja, maka mereka tidak dapat menerima hak THR penuh.
"THR yang diterima buruh pasti di bawah upah sebulan, karena dalam setengah tahun terakhir ini buruh sering diliburkan karena kondisi perusahaan," jelasnya.
"Kondisi perusahaan bisnisnya lesu dampak pandemi dan pasar global," tambahnya.
Audiensi pun sudah dilakukan, namun terkait besaran THR diskusi mengalami deadlock.
Kecelakaan Maut Motor vs Truk Terjadi di Ngarum Sragen, Satu Orang Meninggal Dunia |
![]() |
---|
Dapur Rumah Warga Sragen Terbakar, Api Tak Merembet Berkat Teriakan Minta Tolong Tetangga |
![]() |
---|
Ditinggal Pergi Belanja, Dapur Rumah Warga Desa Mojorejo Sragen Ludes Terbakar |
![]() |
---|
Sosok KA, Pak Ogah di Sragen yang Diamankan Polisi, Disebut Suka Memaksa Minta uang |
![]() |
---|
Viral Perempuan Naik Motor Lawan Arah dan Tak Pakai Helm di Sragen, Polisi Sebut Ada Faktor Sengaja |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.