Pilpres 2024
Budiman Sudjatmiko Akui PDIP dalam Kondisi Serba Susah soal Koalisi Besar : Diam Dianggap Sombong
Budiman Sudjatimiko menanggapi soal pernyataan PDIP menginginkan capres dari kader sendiri sebagai syarat dalam membangun kerja sama.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM - Budiman Sudjatmiko mengakui posisi partainya, PDI Perjuangan (PDIP) saat ini serba susah terkait Koalisi Besar jelang Pemilu 20224.
Budiman Sudjatimiko juga menanggapi soal pernyataan PDIP menginginkan capres dari kader sendiri sebagai syarat dalam membangun kerja sama.
Sementara itu diketahui, Partai Gerindra menginginkan Prabowo Subianto menjadi kandidat capres, atau Partai Golkar yang mendorong Airlangga Hartarto sebagai capres di 2024 tidak mendapat perhatian yang serius.
Baca juga: Politikus PDIP Ungkap Alasan Partainya Tolak Timnas Israel : Siapa yang Mau Nanggung 212 Jilid Dua?
Budiman berpendapat, pernyataan PDI-P yang ingin kadernya sendiri menjadi capres merupakan kebijakan partai.
Sama halnya dengan Partai Gerindra atau Partai Golkar yang menginginkan Prabowo atau Airlangga menjadi kandidat capres.
Namun saat PDI-P mengeluarkan pernyataan malah dinilai bisa merusak banyak hal, termasuk wacana pembentukan koalisi besar.
Baca juga: Soal Pemberitaan Ganjar Capres PDIP, FX Rudy Sampai Ditegur Sekjen PDIP, Minta Segera Klarifikasi
"Pernyataan soal capres dari PDIP itu sebenarnya pernyataan yang bisa-biasa saja, kenapa jadi serius. Seolah-olah ini akan mengacak-ngajak banyak hal padahal enggak," ujar Budiman di program Dua Arah KOMPAS TV, Jumat (14/4/2023) malam.
"Kita agak serba susah, diam dianggap sombong, ngomong dianggap ngatur," imbuhnya.
Budiman Sudjatmiko mengakui dalam membangun bangsa tidak mungkin dilakukan oleh satu kelompok, sehingga perlu ada kerja sama.
Meskipun bisa mengusung capres dan cawaprs sendiri di Pilpres 2024, PDI-P tetap membuka pintu untuk bekerja sama dengan partai lain.
Pasalnya, apabila PDI-P kembali memenangkan Pilpres, maka pertaruhan selanjutnya adalah komposisi di parlemen.
Menurutnya peluang bergabungnya partai lain di poros PDI-P masih tetap terbuka.
Apalagi saat ini ada wacana dari lima partai politik untuk membagun koalisi besar atau koalisi kebangsaan.
"Pasca-kemenangan harus ada kekuatan di luar PDI-P, kita butuh juga komposisi di parlemen yang cukup besar," ujar Budiman.
(*)
Gerindra Klaim Prabowo sebagai 'The New Soekarno' : Rakyat Harus Bangga |
![]() |
---|
Gibran Dilabeli 'Nepo Baby' Oleh Media Asing, Berusaha Menepis Lewat Debat Cawapres |
![]() |
---|
Haul ke-14 Gus Dur, Yenny Wahid Ungkap Ganjar-Mahfud Paling Dekat dengan Nilai-Nilai Warisan Gus Dur |
![]() |
---|
Ganjar Minta Sesi Tanya Jawab Diperbanyak Saat Debat Capres-Cawapres, Agar Bisa Jabarkan Visi-Misi |
![]() |
---|
Pengamat Politik Menilai Janji Kampanye Bansos Tidak Etis dan Tidak Mendidik |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.