Kecelakaan Maut di Tol Semarang Solo
Analisis Pakar soal Jalur Maut Tol Semarang-Solo : Kontur KM 475-490 Menurun, Picu Naiknya Kecepatan
Menurutnya, kecepatan atau laju kendaraan bakal bertambah akibat menurunnya kontur jalan. Itu tetap terjadi meski pengendara tak menginjak pedal gas.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
"(Penggunaan rambu lalu lintas) itu sudah kita kaji. Itu turun (angka kecelakaan turun). Itu orang perhatiin. Bukannya orang tidak perhatikan," jelasnya.
Penggunaan reflektif itu cukup efektif untuk menurunkan kecelakaan lalulintas.
Dengan biaya tidak sebesar pembuatan clear area atau pembangunan rest area, penambahan rambu-rambu ini cukup efektif.
"Apalagi di KM itu (475-490), rambu-rambu nggak banyak juga. Itu minim rambu kurangi kecepatan," katanya.
Diketahui, kecelakaan di ruas tol Boyolali terus meningkat.
Jika selama setahun lalu hanya ada 9 korban meninggal dunia di tol Semarang-Solo, tahun ini jumlah lebih banyak lagi.
Baru 4 bulan saja, total sudah 16 nyawa melayang.
Dalam 10 tragedi kecelakaan dari Januari hingga April ini juga, terdapat 4 korban luka berat dan 17 korban luka ringan.
(*)
IDENTITAS Korban Meninggal Kecelakaan Maut Tol Boyolali, Warga Semarang dan Tangerang Selatan |
![]() |
---|
Kecelakaan Maut Hiace vs Truk Tronton di Tol Semarang-Solo, Kerugian Ditaksir Rp10 Juta |
![]() |
---|
Detik-detik Sopir Hiace Hembuskan Napas Terakhir Pasca Tabrak Truk Tronton di Tol Semarang-Solo |
![]() |
---|
Kecelakaan Maut Toyota Hiace vs Truk di Tol Boyolali, Korban Meninggal Bertambah Jadi 2 Orang |
![]() |
---|
PENAMPAKAN Hiace Pasca Tabrak Truk Tronton di Tol Semarang-Solo, Ringsek Parah di Bagian Depan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.