Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen

Pedagang Baju di Pasar Menunggu Riwayat Tamat: Lebaran Biasa Panen, Kini Kios Sepi Bak Kuburan

Pedagang baju lebaran di Pasar Kota Sragen merasakan hal tak biasa di momen lebaran tahun 2023 ini. 

|
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Adi Surya Samodra
Tribunsolo.com/Septiana Ayu Lestari
Penjualan baju di Pasar Kota Sragen yang sepi beberapa hari jelang lebaran, Selasa (18/4/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Pedagang baju lebaran di Pasar Kota Sragen merasakan hal tak biasa di momen lebaran tahun 2023 ini. 

Pasalnya, kondisi pasar beberapa hari jelang lebaran malah sepi.

Padahal, biasanya Pasar Kota Sragen merupakan jujugan utama warga Sragen untuk berbelanja baju baru. 

Salah seorang penjaga toko, Bela mengungkapkan ada beberapa faktor yang menurutnya membuat pasar menjadi sepi, meski mendekati lebaran. 

Menurut Bela, faktor pertama adalah berubahnya pola berbelanja masyarakat.

Baca juga: Jelang Lebaran 2023, Penjualan Baju Baru di Pasar Kota Sragen Lesu, Pedagang : Cuma Terjual 3 Potong

Baca juga: Nasib Tragis Buruh Harian Lepas Asal Solo, Meninggal di Kamar Mandi Proyek Sekolah RSUHD Sragen

Masyarakat kini kebanyakan beralih membeli segala sesuatu melalui online. 

"Kalau anak muda sekarang kan banyak yang berbelanja online, yang membuat pasar sepi," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (18/4/2023). 

Selain itu, faktor lainnya adalah karena membanjirnya pakaian-pakaian impor di Indonesia. 

Hal tersebut membuat konsumen beralih membeli pakaian impor, karena harganya yang lebih murah. 

"Adanya thrift shop itu juga mengganggu pasar, untuk yang penjualan pakaian second itu berpengaruh banget, harganya lebih murah, dan biasanya ada iming-iming brand," jelasnya. 

"Saya kan juga kerja di tekstile, itu nggak ada ekspor sama sekali, dari pas pandemi sampai sekarang dampaknya masih kerasa," tambahnya. 

Selain itu, menurut Danik, lesunya pasar menjelang lebaran juga dikarenakan lesunya perekonomian warga. 

"Mungkin dari segi ekonomi, biasanya pasar nggak seperti ini, mungkin gara-gara krisis itu," ucapnya. 

"Lebaran pasar malah nggak ada orang, kemarin-kemwtin tambah sepi, minggu saja sepi," pungkasnya.

(*) 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved