Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo

Fenomena Bladu di Sungai Bengawan Solo, Ikan Bermunculan di Permukaan Diduga Mabuk Keracunan Limbah

Ada fenomena yang menarik terjadi di Bengawan Solo, namanya Bladu, dimana ikan muncul ke permukaan. Fenomena ini terjadi diduga karena limbah.

TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto Nugroho
Fenomena Bladu atau ikan muncul di permukaan air sungai Bengawan Solo terjadi di dekat Pintu Air Demangan Baru, Kampung Sewu, Solo, Rabu (7/6/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Fenomena bladu atau ikan muncul ke permukaan terjadi di Sungai Bengawan Solo, Rabu (7/6/2023).

Kemunculan banyak ikan di Bengawan Solo itu terjadi di sekitar pintu air Demangan Baru, Kampung Sewu, Jebres Solo.

Disebut-sebut kemunculan ikan di permukaan air sungai itu lantaran teler atau mabuk diduga keracunan limbah.

"Kalau saya yakinnya karena pencemaran (limbah) ya. Kalau yang bladu biasa (alami) itu pas kayak gini kemarau panas panjang air sungai suhunya agak panas," ungkap Koordinator Forum Jogo Kali Bengawan (Jokalibe), Budi Utomo saat dikonfirmasi awak media.

"Terus kena air hujan berubah suhunya menjadi dingin. Ikan menjadi kaget terus terjadi bladu (ikan mabuk)," imbuh Budi.

Setidaknya ada tiga kali fenomena Bladu yang terjadi di sungai Bengawan Solo pada bulan Mei dan awal Juni ini.

Selain itu fenomena Bladu juga disebut terjadi pukul 06.30 WIB dan 09.15 WIB.

Baca juga: Honda Brio Nyemplung dan Terseret Arus Bengawan Solo : Ibu-ibu Belajar Nyetir, Injak Rem Keliru Gas

Sementara itu, munculnya fenomena ini membuat warga sekitar sungai Bengawan Solo beramai-ramai menjaring ikan.

"Pertama hari Minggu bulan Mei, terus Jumat (2/6/2023) dan terakhir Senin (5/6/2023) kemarin. Ikan yang mabuk banyak. Ikan pada minggir," tambahnya.

Dari pantauan TribunSolo.com, kondisi air sungai di sekitar pintu air Demangan Baru pada sore hari telah normal.

Namun masih nampak sejumlah ikan yang terlihat naik turun di permukaan air sungai.

Budi menjelaskan, fenomena bladu sering terjadi setiap musim kemarau saat volume air sungai Bengawan Solo surut.

Hal itu disebut Budi sebagai penyebab banyaknya limbah tidak terbawa arus air sungai hingga menjadi terjadinya fenomena Bladu.

"Setiap musim kemarau pasti selalu terjadi. Karena tinggi airnya kan rendah. Jadi air sungai sedikit yang buang limbah banyak," terangnya.

"Beda kalau musim hujan limbahnya langsung mengalir karena airnya banyak," pungkas Budi. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved