Berita Sragen
Banyak Anak-anak Sragen Minta Menikah Dini, Bupati: Bukan Faktor Ekonomi, Tapi Tak Paham Agama
Pada tahun 2022 lalu, faktor pernikahan dini di Sragen paling banyak karena faktor ekonomi, lantas yang kedua karena faktor seks bebas.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Jumlah kasus pernikahan dini di Kabupaten Sragen meningkat setiap tahunnya.
Hal itu dapat dilihat dari semakin meningkatnya jumlah permohonan dispensasi pernikahan ke Pengadilan Agama Sragen.
Disebutkan, ada lebih dari 300 permohonan dispensasi pernikahan dalam satu tahun.
Informasi yang didapat TribunSolo.com, sekitar setengahnya atau 50 persen dari mereka yang mengajukan dispensasi menikah dini, masih usia anak.
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati tak mengelak masih maraknya pernikahan dini di wilayahnya.
"Memang seperti itu realitanya saat ini, cuma angka pastinya mesti perlu dilihat, seperti pernikahan dini itu memicu angka perceraian yang juga tinggi," ujarnya kepada TribunSolo.com.
Menurutnya, pada tahun 2022 lalu, faktor pernikahan dini di Sragen paling banyak karena faktor ekonomi, lantas yang kedua karena faktor seks bebas.
Baca juga: 300-an ABG di Sragen Ajukan Dispensasi Pernikahan dalam Setahun, Kebanyakan karena Hamil Duluan
Baca juga: Deteksi Satelit NASA, Ada Karhutla di Sragen, Polisi Cek Dapati Bekas Pembakaran Lahan Tebu
Namun, pada tahun 2023 ini, penyebab banyaknya pernikahan dini tidak hanya karena faktor ekonomi saja.
Melainkan, menurut orang nomor satu di Sragen ini karena kurangnya pemahaman terhadap agama.
"Faktor pernikahan dini yang paling dominan, saat ini sebenarnya bukan hanya faktor ekonomi, tapi faktor pemahaman keagamaan yang kurang bagi anak-anak," jelasnya.
"Anak-anak merasa itu (pernikahan dini) sebuah hal yang lumrah, karena di era teknologi informasi seperti ini mereka bisa memeroleh apapun dari gadget," tambahnya.
Dengan terus meningkatnya kasus pernikahan dini tersebut, bisa memengaruhi status Kabupaten Layak Anak (KLA) Kabupaten Sragen.
300-an ABG Ajukan Dispensasi Pernikahan
Ratusan Anak Baru Gede (ABG) di Kabupaten Sragen mengajukan dispensasi pernikahan ke Pengadilan Agama Sragen setiap tahunnya.
Kecelakaan Maut Motor vs Truk Terjadi di Ngarum Sragen, Satu Orang Meninggal Dunia |
![]() |
---|
Dapur Rumah Warga Sragen Terbakar, Api Tak Merembet Berkat Teriakan Minta Tolong Tetangga |
![]() |
---|
Ditinggal Pergi Belanja, Dapur Rumah Warga Desa Mojorejo Sragen Ludes Terbakar |
![]() |
---|
Sosok KA, Pak Ogah di Sragen yang Diamankan Polisi, Disebut Suka Memaksa Minta uang |
![]() |
---|
Viral Perempuan Naik Motor Lawan Arah dan Tak Pakai Helm di Sragen, Polisi Sebut Ada Faktor Sengaja |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.