Konser Musik De Tjolomadoe Ricuh

Ini Alasan EO Don't Stop Fest Baru Minta Maaf 5 Hari Pasca Gagal Gelar Konser di De Tjolomadoe

Menurut penasehat hukum EO tersebut, tiga kliennya sedang dalam perawatan karena kondisi belum stabil sehingga tak bisa segera memberikan klarifikasi

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Tribunsolo.com/Septiana Ayu Lestari
Tiga orang EO Don't Stop Fest yang gagal menggelar konser di De Tjolomadoe, dihadirkan di Mapolres Karanganyar, Kamis (27/7/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Penyelenggara konser atau Event Organizer (EO) Don't Stop Fest meminta maaf karena gagal menggelar konser hingga sempat membuat kericuhan.

Dimana, konser tersebut seharusnya digelar di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (22/7/2023).

Tetapi permintaan maaf itu baru disampaikan 5 hari pasca konser gagal digelar.

Penasehat hukum EO Don't Stop Fest, Guruh Teguh Jendradi menjelaskan mengapa EO baru menyampaikan penjelasan sekarang setelah membuat ribuan penonton menunggu beberapa hari untuk mendapatkan kejelasan.

"Klarifikasi ini tidak segera dilakukan, memang ada sedikit kendala kemarin, dimana klien kami sedang dalam perawatan karena kondisinya belum stabil," kata Guruh, kepada TribunSolo.com, Kamis (27/7/2023).

Adapun permintaan maaf itu dilontarkan bukan oleh tiga orang EO yang terlibat.

Baca juga: Syarat Refund Tiket Konser Dont Stop Fest di Colomadu yang Batal : Bawa Bukti Bayar dan Tiket

Baca juga: Pengakuan EO Konser yang Ricuh di Karanganyar : Sound System Belum Lunas, Baru Bayar Rp 44 Juta

Guruh selaku penasehat hukum mewakili menyampaikan permintaan maaf di Mapolres Karanganyar, Kamis (27/7/2023), meski tiga orang EO itu juga hadir.

"Kami mewakili EO dalam hal ini penyelenggara event Don't Stop Fest secara tulus, ikhlas dan perasaan yang mendalam, mohon maaf atas segala kejadian yang semestinya tidak perlu terjadi," kata Guruh.

Pihak EO pun juga berjanji akan mengembalikan biaya pembelian tiket sekaligus berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama.

"Dalam hal ini kami mewakili EO sekali lagi mohon maaf kepada seluruh masyarakat, kami berharap dan berjanji hal ini tidak terulang lagi," ujarnya.

Diketahui, gegara EO Don't Stop Fest belum melunasi vendor sound system, maka konser tersebut batal digelar meski sudah ada ribuan penonton yang hadir.

Karena konser akhirnya batal digelar, penonton yang terlanjur datang dan membeli tiket tersebut kecewa dan berujung pada kericuhan.

Penonton akhirnya melampiaskan kekecewaannya dengan merusak vendor acara, mulai dari tiket box hingga pagar pembatas.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved