Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Temuan Gading Gajah Purba Sragen

Apa itu Stegodon, Gajah Purba yang Fosil Gadingnya Ditemukan di Sragen : Hidup 5 Juta Tahun Lalu

Fosil gading gajah yang diperkirakan berjenis Stegodon ditemukan di  Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Senin (31/7/2023).

|
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Septiana Ayu
Petugas melakukan penyelamatan fosil gading gajah purba di Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Selasa (1/8/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Sentiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Fosil gading gajah yang diperkirakan berjenis Stegodon ditemukan di  Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Senin (31/7/2023).

Dikutip dari situs Kemendikbud, Stegodon hidup di Asia selama Kala Pliosen sampai Pleistosen atau sekira 5 juta sampai 10 juta tahun yang lalu. 

Hewan tersebut tidak mempunyai gading pada rahang bawah.

Namun demikian, Stegodon memiliki gading yang tumbuh di bagian rahang atas.

Baca juga: JENIS Temuan Fosil Gading Gajah Purba di Sragen: Gajah Stegodon, Diperkirakan Berumur 800 Ribu Tahun

Baca juga: KRONOLOGI Temuan Fosil Gading Gajah Purba di Sragen : Ditemukan Rudi, Saat Buat Pondasi Rumah

Gading tersebut berbentuk membulat dan agak melengkung. 

Selain itu, Stegodon memiliki ciri khas pada giginya. 

Giginya bertipe brachyodont yang merupakan tipe gigi dengan mahkota yang rendah.

Itu biasa digunakan untuk melumat dedaunan yang lembut.

Tidak sesuai untuk melumat jenis makanan keras seperti rumput kering ataupun biji-bijian.

Fosil Gajah Stegodon beberapa kali ditemukan di Indonesia.

Diantaranya di Nusa Tenggara Timur dan Jawa.  

Kabupaten Sragen salah satu lokasi penemuan fosil Gajah Stegodon.

Fosil tersebut biasanya mulai ditemukan pada lapisan kabuh yang berusia 500 ribu sampai 600 ribu.

Ditemukan Warga Sragen

Sebelumnya, warga Sragen menemukan fosil gading gajah purba saat membuat fondasi rumah, Dukuh/Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Senin (31/7/2023).

Proses ekskavasi atau penyelamatan fosil dilakukan pada Selasa (1/8/2023).

Pantauan TribunSolo.com di lapangan, fosil gading gajah belum dipindahkan dari lokasi temuan hingga pukul 14.50 WIB.

Temuan fosil gading gajah purba tersebut membuat warga sekitar penasaran.

Warga pun berdatangan untuk melihat temuan fosil gading gajah tersebut.

Baca juga: Pengakuan Sardi Sebelum Temukan Guci Dinasti Tang di Klaten : Hingga Jam 3 Pagi Belum Bisa Tidur

Baca juga: Hendak Buat Pondasi Rumah, Warga Malah Temukan Batuan Diduga Fosil Gajah Purba di Dayu Karanganyar

Pemilik rumah, Rudi Hartono mengatakan fosil itu ia temukan ketika hendak membuat fondasi rumah.

Ketika menggali tanah sedalam 40 cm, tiba-tiba linggis yang dipakainya membentur benda keras.

Ketika dicek, pecahan tersebut ternyata bukan batu biasa.

"Itu kan dapat bantuan bedah rumah, ini rencana menggali untuk dibangun fondasi, sempat kena linggis, pecah sedikit," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (1/8/2023).

Sementara itu, petugas dari Museum Sangiran, Suwito mengatakan fosil tersebut memiliki panjang lebih dari 3 meter.

"Panjangnya tadi kita ukur 3,25 meter, kalau diameternya 25 sentimeter itu paling ujung," ujarnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved