Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Temuan Gading Gajah Purba Sragen

LOKASI Penemuan Fosil Gading Gajah Purba di Sragen : di Tanah Bekas Limasan Jawa, Warisan Nenek 

Fosil gading gajah purba Stegodon ditemukan di Dukuh Ngebung, RT 4, RW 2, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Senin (31/7/2023).

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Septiana Ayu
Warga dan petugas melihat fosil gading gajah purba Stegodon yang ditemukan di Dukuh Ngebung, RT 4, RW 2, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Fosil gading gajah purba Stegodon ditemukan di Dukuh Ngebung, RT 4, RW 2, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Senin (31/7/2023).

Fosil tersebut ditemukan di lahan bekas rumah bergaya limasan jawa milik Rudi Hartono (35). 

Penemuan fosil gading gajah purba Stegodon terjadi setelah rumah tersebut dibongkar setelah pemilik mendapat bantuan RTLH.

Rumah limasan jawa tersebut diperkirakan berukuran 9 meter x 5 meter.

Baca juga: CERITA Rudi, Penemu Fosil Gading Gajah Purba di Sragen: Tak Mimpi Apapun, Gali 40 Cm Temukan Fosil

"Dulu di temuan ini, di dalam rumah, bentuk rumah limasan Jawa, yang bagian depannya itu luas," terang dia kepada TribunSolo.com, Selasa (1/8/2023).

Area bekas rumah limasan Jawa tersebut kemudian digali untuk membuat pondasi.

Rudi melakukan galian sendiri setelah para pekerja pulang dengan menggunakan linggis.

Saat menggali 40 sentimeter, linggis yang dipakainya menyentuh benda keras.

Setelah dicek, benda tersebut ternyata fosil gading gajah purba Stegodon. 

Baca juga: JENIS Temuan Fosil Gading Gajah Purba di Sragen: Gajah Stegodon, Diperkirakan Berumur 800 Ribu Tahun

"Selama ini nggak pernah tahu, tahunya pas digali untuk dibuat pondasi itu, ternyata ada fosil gading, baru menggali kedalaman 40 centimeter, sudah kelihatan," ucap dia,

Rudi menjelaskan rumah limasan yang sudah ia bongkar merupakan peninggalan neneknya.

"Rumahnya tinggalan simbah (embah) dulu, awalnya menghadap ke utara, kemudian oleh ibu digeser dan menghadap ke timur," kata dia.

"Menghadap ke timur itu selama 22 tahun, terus baru saya bongkar ini," tambahnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved