Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Pengamat Politik Ungkap Peluang Anies Baswedan Menang Meski Hasil Survei Rendah, Singgung Ucapan JK

Jusuf Kalla sempat menyinggung elektabilitas Anies Baswedan yang kerap terseok jika dibandingkan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com / Tribunnews.com / Irwan Rismawan
Bakal Calon Presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan memberi pidato politik saat Apel Siaga Perubahan Partai Nasdem di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (16/7/2023). Partai Nasdem menggelar Apel Siaga Perubahan yang dihadiri ribuan kader dengan agenda pidato politik oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Anies Baswedan selaku bakal capres dari Koalisi Perubahan. Cawapres Anies Baswedan disebut sudah mengerukut satu nama dan ada di tangan Anies tapi tak kunjung diumumkan hingga pertemuan tim 8 dengan Anies batal digelar. 

Kesalahan itu berkaitan dengan penetapan karakteristik dan jumlah sampel.

Baca juga: PBB Resmi Dukung Prabowo Subianto, Kenapa Bukan Ganjar atau Anies? Yusril : Pengalaman Berbicara

"Bisa jadi karakteristik sampel yang diambil tidak menggambarkan karakteristik pemilih (populasi). Akibatnya, karakteristik sampel tidak merepresentasikan karakteristik pemilih (populasi)," ucapnya.

Terlebih, penetapan jumlah sampel atau responden dalam survei kebanyakan terhitung sangat sedikit.

Bahkan kata dia, jumlahnya hampir tidak mewakili seluruh jumlah masyarakat Indonesia

"Selain itu, jumlah sampel yang diteliti juga akan menentukan presisinya. Kalau jumlah sampel 1.200 dan pemilihnya 205 juta, maka presisinya rendah," kata dia.

Lebih lanjut, faktor lain juga bisa mempengaruhi hasil survei itu sendiri. Termasuk adanya 'by order' atau pesanan yang memberikan sponsor untuk menargetkan keunggulan di hasil survei.

"Dalam situasi demikian, lembaga survei tidak lagi menjadi peneliti."

"Ia sudah berubah menjadi tim sukses yang mengemas hasil surveinya untuk kepentingan sponsor atau capres tertentu," tukas Jamiluddin.

Jamiluddin juga wajar jika Jusuf Kalla merasa optimistis dengan membandingkan elektabilitas Anies Baswedan dengan kemenangan Donald Trump.

(Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved