Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Klaten

Harapan Petani soal Perbaikan Irigasi Rowo Jombor Klaten : Proyek Jalan, Petani Juga Tetap Dapat Air

Perbaikan saluran irigasi Rowo Jombor memberikan dampak kepada para petani di Desa Talang dan Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.

Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Zharfan Muhana
Minimnya air yang mengaliri persawahan membuat tanah pertanian di  Klaten terdampak kekeringan. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Perbaikan saluran irigasi Rowo Jombor memberikan dampak kepada para petani di Desa Talang dan Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.

Para petani kesulitan mendapatkan air untuk irigasi lahan pertanian mereka.

Kondisi tersebut telah dialami para petani sejak beberapa minggu terakhir ini. 

Sri Lestari (53) menjadi salah seorang petani yang merasakan kondisi itu. 

"Saluran dari Rowo Jombor diperbaiki, jadi terhambat. Air ga mengalir," ujar Sri. Rabu (13/9/2023)

Baca juga: Polusi Debu di Karanganom Klaten : Perusahaan Minta Maaf & Perlu Waktu Benahi Alat Produksi

Akibatnya banyak lahan pertanian di wilayah Talang, Tawangrejo, Gunung Gajah, Kebon dan Jotangan terdampak kekurangan air.

"Kurang lebih minimal 50 hektare lahan terdampak," jelasnya.

Sri sendiri menambahkan kalau air sendiri kini hanya di jatah beberapa hari saja.

"Sekarang hanya saat Sabtu Sore hingga Senin Pagi, kadang Selasa Pagi," paparnya.

Ia yang sebagai darmo tirto bersama juga mantri pertanian mengaku kebingungan, pasalnya para petani mengeluh kepadanya.

Baca juga: Dampak Polusi Debu di Karanganom Klaten : Pohon Berdebu, Menyapu Rumah 5 Kali Tidak Bisa Bersih

Tanaman padi yang baru umur tanam sebentar pun, yang harusnya membutuhkan air banyak, kini kekurangan air.

"Kalau sebelumnya ada rembukan antara pemborong dengan darmo tirto dan mantri gak masalah, lha ini sudah kadung begini. Banyak petani ngeluh, kita gak tahu apa-apa," kata Sri.

Ia berharap agar aliran air irigasi dapat segera pulih kembali, supaya tanaman yang kadung ditanam tidak gagal panen.

"Ya harapannya proyeknya jalan, petani juga tetap dapat air," kata Sri.

Sementara itu Pemkab Klaten tengah mendorong dilakukannya percepatan pembanguan saluran irigasi, supaya dampak kekurangan air para petani dapat segera diatasi.

(*)


 
 
 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved