Berita Klaten
Keluhan Polusi Debu di Karanganom Klaten: Warga Wates Was-was, Minta Perusahaan Aspal Mixing Ditutup
Kantor Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten digeruduk puluhan warga Dukuh Wates, Selasa (12/9/2023).
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kantor Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten digeruduk puluhan warga Dukuh Wates, Selasa (12/9/2023).
Mereka mengeluhkan terdampak polusi debu yang diduga disebabkan aktivitas dari perusahaan produksi baching plant dan aspal mixing di Desa Meger, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten.
Polusi tersebut telah dirasakan warga lebih kurang sejak 1,5 bulan terakhir.
Salah seorang warga, Krisdiyanto (47) mengatakan debu sendiri sudah dalam taraf mengganggu, terutama kesehatan.
"Yang pasti dikhawatirkan di kesehatan, itu debu sangat lembut sekali," ujar pria yang akrab disapa Yanto itu.
Baca juga: Kuliner Klaten : Tana Durian, Sensasi Menikmati Kopi Durian, Durian Diambil Langsung dari Kebun
Baca juga: Kunjungi DPRD Klaten, Ketua MKD Minta Penegak Hukum Bijak Tangani Surat Kaleng Jelang Pemilu 2024
Yanto menyebut debu sendiri keluar banyak saat perusahaan tersebut tengah beraktifitas, dan terbawa angin ke wilayah pemukiman yang berada di selatan perusahaan.
"Kalau asap kemungkinan lari ke atas, ini debu. Pasti turun ke bawah," jelasnya.
Hal tersebut berimbas ke banyak sektor kehidupan masyarakat, baik kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat.
"Tuntutan kami terutama warga Dukuh Wates bebas debu, ditutup (operasionalnya)" ucapnya.
Pihak warga lalu berkordinasi dengan pihak Desa Blanceran, mereka meminta ditengahi akibat kejadian polusi tersebut.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Mediasi-di-Kantor-Desa-Blanceran-Klaten.jpg)