Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Bullying Pelajar di Sambungmacan Sragen

MOTIF Aksi Bullying Pelajar di Sragen : Dari Lirikan Mata Hingga Kasih Uang Rp 10 Ribu ke Pelaku

Motif dibalik aksi dugaan bullying atau perundungan yang dialami, S, siswi kelas 3 SMP di Kabupaten Sragen terungkap.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Adi Surya Samodra
Istimewa/icws_infocegatanwilayahsragen
Tangkapan layar dugaan aksi perundungan atau bullying yang diduga terjadi di wilayah Sambungmacan, Sragen. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Motif dibalik aksi dugaan bullying atau perundungan yang dialami, S, siswi kelas 3 SMP di Kabupaten Sragen terungkap.

Itu setelah pihak sekolah bertanya kepada korban. 

Korban mengalami aksi dugaan bullying pelajar di Sambungmacan Sragen yang dilakukan remaja perempuan berinisial A.

Aksi dugaan tersebut dialami S di jembatan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen

Motif aksi bullying pelajar Sragen itu telah diketahui pihak sekolah korban. 

Baca juga: KONDISI Siswi Kelas 3 SMP, Korban Bullying Pelajar di Sragen: Tidak Trauma, Bersekolah Seperti Biasa

Seperti yang diungkapkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP tempat korban belajar, Teguh Hartadi.

"Gara-garanya apa Nduk? kamu kok sampai digitukan?," ujar Teguh menirukan kembali percakapannya dengan korban, Rabu (4/10/2023).

Dilanjutkan Teguh, kemudian korban menjawab pertanyaannya itu.

Dimana, perundungan itu berawal ketika korban dan pelaku berpapasan di jalan.

Pada saat itu, korban melihat pelaku dengan lirikan mata.

Ternyata, pelaku malah mengira jika korban sedang menantang pelaku.

Baca juga: Aksi Bullying Pelajar di Sambungmacan Sragen : Terjadi Bulan Agustus 2023, Korban Lupa Tanggalnya

Lalu, terjadilah aksi pemukulan dan tendangan yang diterima korban.

"(kata S), 'gara-garanya gini Pak, satu, saya lewat itu melirik (pelaku) dikira nantang'," kata Teguh.

Tak hanya sampai di situ, ternyata pelaku juga meminta uang kepada korban.

Pada saat itu, korban hanya membawa uang Rp 10.000.

Korban pun tidak kuasa menolak permintaan pelaku, karena pelaku juga mengancam.

"Yang kedua itu katanya si S mau dipinjemin uang, tapi si anak saya, tidak punya uang, adanya Rp 10.000," jelasnya.

"Kamu kasih Nduk? saya kasih Pak, saya takut og Pak, diancam," tambahnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved