Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kebakaran di Pasar Kliwon Solo

Butuh Rp360 Juta untuk Perbaikan Dampak Kebakaran di Pasar Kliwon, Wawali Sebut Cari Dana dari CSR 

Perbaikan dampak kebakaran Pasar Kliwon butuh Rp360 juta. Dana perbaikan ini akan dicarikan dari CSR.

TribunSolo.com / Anang Ma'ruf
Personel gabungan mengangkat puing-puing yang ada di area kebakaran, Kampung Joyosudiran, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Rabu (4/10/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa menjelaskan bahwa sejumlah dinas dan pihak terkait telah bertemu untuk mencari solusi bagi korban terdampak kebakaran di Pasar Kliwon Solo, Selasa (3/10/2023) lalu.

Dari hasil pertemuan tersebut, Teguh menerangkan bahwa pihaknya mengambil keputusan bahwa tanggap darurat bencana akan berakhir pada Jumat (6/10/2023) besok.

Selain itu pada hari Sabtu dan Minggu akan dilaksanakan kerja bakti membersihkan sisa puing kebakaran.

"Kami baru selesai rapat koordinasi, laporan dari teman-teman BPBD, kemudian Perkim, dan kemudian laporannya Damkar dan beberapa relawan untuk tanggap darurat selesai pada hari Jumat besok dan akan diakhiri kerja bakti Sabtu dan Minggu di area Pasar Kliwon," terang Teguh saat ditemui di lokasi kebakaran di Kelurahan Gajahan, Kamis (5/10/2023).

Dalam bencana kebakaran di Pasar Kliwon, Teguh menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Solo juga akan bertanggung jawab.

Setidaknya Pemkot dikatakan Teguh bakal mencarikan alokasi bantuan untuk warga yang terdampak kebakaran.

Ia pun menjelaskan Pemkot bakal menggandeng pihak ketiga.

Baca juga: Proses Water Bombing Padamkan Kebakaran Hutan Gunung Lawu di Karanganyar Ditunda : Cuaca Mendung

"Pemerintah punya tanggung jawab moral. Kami akan menghitung ulang apa yang sudah kita hitung di sana, karena kita tidak menggunakan APBD. CSR yang sudah ada potensinya untuk paling tidak ya dikembalikan supaya bisa dihuni, nanti biar teman-teman yang sudah menyumbang di sana masalah perabotan rumah tangga itu nanti bisa digeser-geser," sambungnya.

Setidaknya dari hitungan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Solo, butuh dana sekitar Rp 360 juta untuk merenovasi rumah dan gudang barang bekas akibat kebakaran.

"Jadi untuk kelengkapan saya kira tidak masalah, hanya saja untuk pembangunan ini nanti biar dihitung oleh teman-teman Perkim. Karena yang disana kalau ditotal itu Rp 360-an juta sekian, plus pabrik. Kalau minus Pabrik ya Rp 200 jutaan," urai Teguh.

Selain itu, Teguh menjelaskan bahwa dari enam rumah yang terbakar yang cukup parah adalah rumah Ahmad yang berada tepat di belakang gudang barang bekas.

"Yang terdampak besar adalah rumah Pak Ahmad yang memanjang sampai ke Pabrik," kata dia.

Sementara itu terkait eksekusi perbaikan rumah warga yang terdampak, Teguh menegaskan akan dimulai pekan depan.

"Ini akan dieksekusi Minggu depan dengan kerja sama dengan mas Susmadyo karena akses keluar masuk material nanti kita ngomong ke mas Susmadyo. Ini kita ngomong nyambung dengan yang ada di pasar Kliwon," pungkasnya. (*)


 
 
 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved