Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Kebakaran di Pasar Kliwon Solo

Kebakaran di Pasar Kliwon, Pemkot Solo Target Pembangunan Rumah Korban Selesai Sebelum Akhir Tahun 

Pembangunan rumah korban kebakaran di pasar kliwon Solo ditargetkan selesai sebelum akhir tahun.

TribunSolo.com / Andreas Chris
Garis polisi melintang di area terdampak kebakaran di Pasar Kliwon Solo, tepatnya di Kampung Joyosudiran, Kamis (5/10/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Solo, Taufan Basuki Supardi menargetkan sebelum akhir tahun ini pembangunan kembali rumah korban kebakaran gudang rosok di Pasar Kliwon bisa selesai.

"Minggu ketiga akhir bulan sudah mulai konstruksi. Diharapkan sebelum akhir tahun ini selesai," jelasnya saat dihubungi Senin (9/10/2023).

Pekan ini ia akan berusaha menuntaskan perencanaan dan pendanaan dari Corporate Social Responsibility.

"Minggu ini kita selesaikan perencanaan dan lain sebagainya. Ambil fix CSR mengerjakan yang mana," terangnya.

Pihaknya perlu menyusun Rencana Anggaran Belanja (RAB) dari mana saja dana berasal dan akan menanggung bangunan yang mana saja.

"Kita perencanaan dulu apa yang dikembalikan seperti apa. Kemarin sudah ada pembersihan lapangan. Kita masuk perencanaan penghitungan RAB kemudian ke CSR," tuturnya.

Pihaknya memperkirakan total dana yang dibutuhkan mencapai Rp 310 juta.

Perhitungan ini termasuk kebakaran di lokasi berbeda yakni di Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon.

Total ada 13 bangunan yang ludes terbakar dengan 7 di antaranya merupakan rumah tinggal.

Baca juga: Kebakaran Pasar Kliwon, Pemkot Tetap Bantu Bangun Rumah Korban Meski Tak Punya SHM 

"Termasuk yang pabrik printing. Kalau kemarin dihitung 7. Termasuk yang di Gajahan 8. Ada bangunan umum ada serbaguna, pabrik printing itu. Kalau keseluruhan ada 13. Ada satu rumah dihuni 2 KK," jelasnya.

Sejauh ini sudah ada dana CSR dari Persatuan Golf Indonesia (PGI) yang akan menanggung sampai Rp 250 juta.

Sedangkan yang lain menyesuaikan.

"Ya dari CSR. Ada 3 yang akan menyumbang. 250 dari PGI. Nanti menyesuaikan karena akan kita hitung RAB-nya per unit. Mereka menyesuaikan. Satu unit butuhnya berapa nanti dari perhitungan RAB mereka yang akan menyiapkan. Mereka akan membantu membangun huniannya. Tidak uang," terangnya.

Saat ini para korban ditampung di Huntara (Hunian Sementara) Mojo.

Setidaknya ada 4 keluarga yang sudah bersedia menghuni di tempat tersebut.

Sedangkan yang lain mengungsi di rumah sanak saudara.

"Kemarin ada di Huntara yang di Kelurahan Mojo. Ada 4 KK kelihatannya yang di Huntara Kelurahan Mojo," ungkapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved