Pemilu 2024
Tak Permasalahkan Politik Dinasti, Relawan Prabowo Mania 08 Solo: Demi NKRI Tak Masalah
Sebut politik dinasti sudah ada sejak zaman Soekarno. Relawan Prabowo Mania 08 Solo Raya tak masalahkan putusan MK terkait batas usia Capres-Cawapres.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Andreas Chris Febrianto
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal kepala daerah di bawah 40 tahun bisa maju Pilpres beberapa waktu lalu masih hangat di kuping para pengamat hingga relawan-relawan kandidat Capres dan Cawapres.
Salah satu relawan Prabowo yang berada di Kota Solo yakni Relawan Prabowo Mania 08 Solo Raya menilai keputusan MK beberapa hari lalu menilai tidak masalah.
Bahkan dengan hasil dari putusan MK tersebut kini memunculkan isu politik dinasti yang akan digulirkan jelang Pemilu 2024, Relawan Prabowo Mania 08 Solo Raya tidak mempermasalahkan selama demi kepentingan bangsa.
"Kalau saya sebagai relawan mengetahui keputusan MK fine-fine aja, sekarang kalau kita memikirkan untuk NKRI itu kan kita engga perlu harus terkait dengan politik dinasti," ucap Ketua Relawan Prabowo Mania 08 Solo Raya, Indika Wijaya Kusuma, Jumat (20/10/2023).
Baca juga: Cerita Relawan Gibran: 2,5 Bulan Keliling Indonesia, Sebelum Ajukan Gibran Jadi Cawapres ke Prabowo
Menurutnya isu politik Dinasti itukan sebuah isu yang sebenarnya tidak perlu dipikir lagi.
"Kalau kita mikir politik dinasti, sebenarnya itu sudah jamannya pak Soekarno juga bawah ke bawah itu juga Dinasti, semua itu sama itu hanya bahasa politik saja," ujarnya.
Ia menjelaskan tanggapan relawan apapun yang terjadi kalau dinasti itukan sebagai isu politik yang saat ini seharusnya sudah tidak ngetrend.
"Yang saya bilang tadi kalau dinasti itu sudah jamannya Bung Karno, Kita tahu Dinastinya Megawati, semua punya dinasti," papar Indika.
Disinggung mengenai tanggapan Gibran masuk partai Golkar, Indika menilai itu hak semua orang, bahkan seorang Gibran Pun masuk ke Golkar itu pilihan yang di pilih Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga: Harapan Relawan soal Sosok Bacawapres Prabowo : Kalau Bisa, Gibran Menjadi Wakil Presiden
"Sebenarnya kalau Mas Gibran di keluarkan dari PDIP sebetulnya iya engga masalah, karena politik kan seperti itu, partai itu hanya sebuah kendaraan untuk mencapai tujuan," Pungkasnya.
Bahkan Ia menambahkan, Jika gibran keluar dari PDI Perjuangan itu hal yang sah-sah saja. (*)
Gibran Menyambut Bergabungnya PKS di Koalisi Pemerintah, Soal PDIP Tunggu Keputusan Prabowo |
![]() |
---|
Gagal Dilantik, Caleg dari PDIP Datangi Kantor KPU Lagi dan Minta Tunda Pelantikan DPRD Karanganyar |
![]() |
---|
Anggota DPRD Boyolali Periode 2024-2029 Dilantik, Susetya Kusuma Jadi Ketua Sementara |
![]() |
---|
Jalan Tarso dan Teguh di Pilkada Wonogiri Jateng Makin Terbuka, Golkar Beri Rekomendasi |
![]() |
---|
Blak-blakan Teguh Prakosa Bicara Soal Koalisi di Solo Jateng: Sebut Masih Cair, Bisa Berubah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.