Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo

Renovasi RTLH di Solo, Masih Ada 62,92 Hektare, Pemkot Solo Kebut Pakai Dana Hibah UEA Rp 4 Miliar

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo saat ini sedang mengebut renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) menggunakan dana hibah dari pemerintah Uni Emirat Arab.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka saat meninjau salah satu Rumah Tidak Layak Huni beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo saat ini sedang mengebut renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) menggunakan dana hibah dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) untuk menekan kawasan kumuh.

Dalam tiga tahun terakhir kawasan kumuh sudah berkurang separuh lebih.

Sekda Kota Solo, Budi Murtono menjelaskan dari total Rp 5 miliar dana hibah yang sudah cair, Rp 4 miliar di antaranya untuk penanganan RTLH.

“Yang terbesar Rp 4 miliar untuk RTLH (bantuan program rumah tidak layak huni) menyebar di beberapa lokasi," ucap dia.

"Lokasinya menyebar untuk beberapa lokasi,” tambahnya.

Baca juga: Pemkot Solo Larang Eks-Venue Piala Dunia U-17 Digunakan untuk Kampanye : Lapangan Tipe C Boleh

Berdasarkan data yang diterima TribunSolo.com, Sabtu (9/12/2023), saat ini Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) masih ada 62,92 hektare kawasan kumuh yang ada di Kota Solo.

Angka ini berkurang drastis setelah sebelumnya di tahun 2020 tercatat seluas 135,54 hektare.

Tiga tahun terakhir kawasan kumuh sudah berkurang hingga 72,62 hektare.

Sedangkan sisanya Rp 1 miliar digunakan untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) beberapa proyek dan pengadaan sarana dan prasarana di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

“Rp 1 miliar untuk menyusun DED-nya (Detail Engineering Design). Ada OPD yang membutuhkan komputer, ” terangnya.

Baca juga: Reinvetarisasi Stadion Manahan Selesai, Dispora Pastikan Persis Solo Bisa Gunakan untuk Home Base

Dana hibah dari pemerintah UEA tidak berhenti sampai di sini.

Tahun depan akan lebih banyak dana hibah yang akan cair. Dana ini nantinya akan banyak digunakan untuk pembangunan fisik.

Ia menjelaskan menjelaskan dana hibah senilai USD 15 juta dari Pemerintah UEA diserahkan ke Pemkot Solo melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Nggak mungkin kami mengerjakan semua itu di sisa waktu 2023. Kemendagri menyampaikan  yang realistis saja," jelas dia.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved